Iran Akui Kerusakan Serius Terjadi di Situs Nuklir akibat Serangan AS dan Israel
Rabu, 02 Juli 2025 - 06:41 WIB
loading...
Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani. Foto/tasnim
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengakui situs nuklir negara itu telah mengalami kerusakan serius akibat serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini. Pernyataan itu muncul dalam komentarnya di konferensi pers pada hari Selasa (1/7/2025).
Fatemeh Mohajerani mengatakan situs nuklir Iran telah mengalami kerusakan serius akibat serangan militer oleh rezim Israel dan AS.
Sementara rezim Zionis melancarkan perang agresi terhadap Iran pada tanggal 13 Juni dan menyerang wilayah militer, nuklir, dan permukiman Iran selama 12 hari, AS turun tangan dan melakukan serangan militer terhadap tiga situs nuklir sipil di Natanz, Fordow, dan Isfahan Iran pada tanggal 22 Juni.
Ketika ditanya tentang prospek putaran negosiasi baru antara Iran dan AS, Mohajerani mengatakan Kementerian Luar Negeri Iran telah mengumumkan belum ada keputusan yang dibuat terkait hal ini sejauh ini dan telah mengesampingkan kemungkinan akan segera terjadinya negosiasi tersebut.
Ia menyatakan serangan Israel terhadap Iran menyebabkan kerusakan pada 3.500 bangunan tempat tinggal, termasuk 332 rumah di Teheran.
Juru bicara tersebut mencatat 935 warga Iran telah menjadi martir dalam perang 12 hari tersebut, termasuk 140 wanita dan anak-anak, sementara lebih dari 5.600 orang lainnya terluka.
Ia juga menambahkan serangan Israel terhadap Penjara Evin di Teheran mengakibatkan 79 orang menjadi martir pada tanggal 23 Juni.
Baca juga: 4 Orang Ditahan Polisi Istanbul karena Terbitkan Kartun Nabi Muhammad dan Nabi Musa Jabat Tangan
Fatemeh Mohajerani mengatakan situs nuklir Iran telah mengalami kerusakan serius akibat serangan militer oleh rezim Israel dan AS.
Sementara rezim Zionis melancarkan perang agresi terhadap Iran pada tanggal 13 Juni dan menyerang wilayah militer, nuklir, dan permukiman Iran selama 12 hari, AS turun tangan dan melakukan serangan militer terhadap tiga situs nuklir sipil di Natanz, Fordow, dan Isfahan Iran pada tanggal 22 Juni.
Ketika ditanya tentang prospek putaran negosiasi baru antara Iran dan AS, Mohajerani mengatakan Kementerian Luar Negeri Iran telah mengumumkan belum ada keputusan yang dibuat terkait hal ini sejauh ini dan telah mengesampingkan kemungkinan akan segera terjadinya negosiasi tersebut.
Ia menyatakan serangan Israel terhadap Iran menyebabkan kerusakan pada 3.500 bangunan tempat tinggal, termasuk 332 rumah di Teheran.
Juru bicara tersebut mencatat 935 warga Iran telah menjadi martir dalam perang 12 hari tersebut, termasuk 140 wanita dan anak-anak, sementara lebih dari 5.600 orang lainnya terluka.
Ia juga menambahkan serangan Israel terhadap Penjara Evin di Teheran mengakibatkan 79 orang menjadi martir pada tanggal 23 Juni.
Baca juga: 4 Orang Ditahan Polisi Istanbul karena Terbitkan Kartun Nabi Muhammad dan Nabi Musa Jabat Tangan
(sya)
Lihat Juga :