Apa yang Akan Terjadi jika Ayatollah Ali Khamenei Meninggal?
Rabu, 02 Juli 2025 - 02:50 WIB
loading...
A
A
A
"Bagi mereka, yang penting adalah seberapa besar kerugian yang mereka timbulkan pada musuh, bukan seberapa besar kerugian yang mereka derita sendiri," katanya kepada TNA. "Dalam beberapa tahun terakhir, seluruh kekuatan penguasa di Iran berfokus pada seberapa besar kerugian yang mereka timbulkan pada Israel, bukan pada pukulan yang telah mereka terima, bahkan jika itu adalah pembunuhan terhadap Khamenei."
Ia menambahkan bahwa gagasan untuk membunuh Khamenei juga terkait erat dengan tujuan AS dan Israel.
"Jika kekuatan penyerang ingin menyerang Iran dan perlahan-lahan melemahkannya, mereka sebenarnya membutuhkan Khamenei untuk membuat kompromi," tegasnya.
Ia merujuk pada mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang mengakhiri perang Iran-Irak selama delapan tahun, dengan mengatakan bahwa ia bersedia "menenggak cawan racun."
"Jika akan ada kesepakatan dengan Iran, harus ada seseorang dengan otoritas yang cukup untuk meminum cawan racun, dan orang itu adalah Khamenei."
Dalam pesan terakhirnya, Khamenei berbicara dengan nada yang lebih lambat dan tidak terlalu tegas, tidak seperti gayanya yang biasa. Ia tidak menyebutkan gencatan senjata dengan Israel, menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia menyetujuinya sendiri atau menyerahkan kendali kepada badan-badan pemerinta seperti Dewan Keamanan Nasional Tertinggi atau dewan tertinggi Garda Revolusi.
Ia menambahkan bahwa gagasan untuk membunuh Khamenei juga terkait erat dengan tujuan AS dan Israel.
"Jika kekuatan penyerang ingin menyerang Iran dan perlahan-lahan melemahkannya, mereka sebenarnya membutuhkan Khamenei untuk membuat kompromi," tegasnya.
Ia merujuk pada mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang mengakhiri perang Iran-Irak selama delapan tahun, dengan mengatakan bahwa ia bersedia "menenggak cawan racun."
"Jika akan ada kesepakatan dengan Iran, harus ada seseorang dengan otoritas yang cukup untuk meminum cawan racun, dan orang itu adalah Khamenei."
4. Memiliki Peran Terbatas
Sementara itu, selama perang 12 hari, berbagai peristiwa di Iran menunjukkan bahwa Khamenei memainkan peran terbatas dalam keputusan-keputusan penting. Ketiga pesan videonya, selain retorika biasa terhadap Israel dan AS, tidak menawarkan rincian strategis atau militer, atau arahan yang jelas.Dalam pesan terakhirnya, Khamenei berbicara dengan nada yang lebih lambat dan tidak terlalu tegas, tidak seperti gayanya yang biasa. Ia tidak menyebutkan gencatan senjata dengan Israel, menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia menyetujuinya sendiri atau menyerahkan kendali kepada badan-badan pemerinta seperti Dewan Keamanan Nasional Tertinggi atau dewan tertinggi Garda Revolusi.
(ahm)
Lihat Juga :