Terungkap, Militer Israel Bayar Kontraktor Rp24 Juta untuk Hancurkan Setiap Rumah Gaza

Selasa, 01 Juli 2025 - 07:56 WIB
loading...
Terungkap, Militer Israel...
Militer Israel bayar kontraktor swasta lebih dari Rp24 juta untuk hancurkan setiap rumah di Jalur Gaza, Palestina. Foto/Hamza ZH Qraiqea/Anadolu/via MEMO
A A A
GAZA - Sebuah laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Israel; Haaretz, mengungkap bahwa kontraktor swasta yang disewa militer Israel dibayar 5.000 shekel (lebih dari Rp24 juta) untuk setiap rumah Palestina yang mereka hancurkan di Jalur Gaza. Kontraktor tersebut telah menghasilkan banyak uang.

Laporan tersebut selanjutnya menyebutkan bahwa keputusan telah dibuat atas dasar yang menganggap pembunuhan warga sipil Palestina, termasuk mereka yang mencari makanan, dapat diterima untuk mengamankan pembayaran tersebut.

Seorang tentara Israel yang saat ini ditempatkan di Gaza mengatakan kepada Haaretz: "Setiap kontraktor swasta yang bekerja di Gaza dengan peralatan teknik memperoleh 5.000 shekel untuk setiap rumah yang mereka hancurkan. Mereka menghasilkan banyak uang."

Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan, Tentara Israel Diperintah Tembaki Warga Palestina Pencari Bantuan

"Setiap kali mereka tidak menghancurkan rumah, itu adalah kerugian finansial, dan tentara Israel harus membuat mereka tetap bekerja," ujarnya, yang dikutip Middle East Monitor, Selasa (1/7/2025).

Menurut pengungkapan tentara Israel tersebut, kampanye penghancuran rumah oleh kontraktor membawa mereka dan unit keamanan kecil mereka sangat dekat dengan titik distribusi bantuan kemanusiaan yang didirikan oleh Amerika Serikat (AS) dan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung Israel. Tempat-tempat tersebut sering kali dipenuhi oleh warga Palestina yang sangat membutuhkan makanan dan bantuan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa, untuk memastikan keselamatan mereka sendiri, kontraktor swasta memprovokasi insiden keamanan untuk menerima perlindungan militer tambahan, yang sering kali mengakibatkan tentara Israel melepaskan tembakan ke warga Palestina yang berkumpul di dekat lokasi bantuan tersebut. Insiden ini telah menyebabkan kematian beberapa warga sipil yang menderita kelaparan.

Laporan Haaretz menyimpulkan: "Agar seorang kontraktor dapat memperoleh tambahan 5.000 shekel, diambil keputusan bahwa membunuh orang Palestina yang mencari makanan adalah hal yang dapat diterima."

Sebelumnya, para perwira dan tentara Israel juga membuat pengakuan mengejutkan kepada surat kabar Haaretz bahwa mereka diperintahkan menembaki warga Palestina tak bersenjata yang mencari bantuan di zona distribusi yang telah ditentukan di Gaza meskipun kerumunan itu tidak menimbulkan ancaman.

Dalam laporan tersebut, para tentara menggambarkan bagaimana mereka menembaki kerumunan pencari bantuan untuk mencegah mereka mendekati atau membubarkan mereka, alih-alih menggunakan tindakan pengendalian massa yang tidak mematikan.

“Itu adalah medan pembantaian...di tempat saya, antara satu hingga lima orang terbunuh setiap hari,” ujar seorang tentara Israel.

“Mereka menembaki mereka seolah-olah mereka adalah pasukan penyerang: mereka tidak menggunakan alat pengendali kerusuhan, mereka tidak menembakkan gas air mata, mereka menembakkan apa pun yang dapat Anda pikirkan, senapan mesin berat, peluncur granat, mortir,” imbuh dia.

"Kami berkomunikasi dengan mereka melalui tembakan," lanjut tentara Israel tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 549 orang telah tewas di dekat pusat-pusat bantuan sejak mereka mulai beroperasi pada akhir Mei.

AS baru saja menyetujui pendanaan sebesar USD30 juta untuk GHF meskipun ada kekerasan rutin di lokasi-lokasinya dan peringatan dari pengacara hak asasi manusia bahwa stafnya dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas keterlibatan dalam kejahatan perang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka
Rekomendasi
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Lisa Mariana Buka Suara...
Lisa Mariana Buka Suara usai Dituding Tipu Klien Endorsement, Singgung Judi Online
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Berita Terkini
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Infografis
Militer Israel akan...
Militer Israel akan Jadikan Tepi Barat seperti Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved