Rusia Ngamuk, Bombardir Ukraina Besar-besaran

Senin, 30 Juni 2025 - 08:33 WIB
loading...
Rusia Ngamuk, Bombardir...
Militer Rusia telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina dengan klaim menargetkan fasilitas industri militer. Foto/Screenshot video ABC News
A A A
KYIV - Militer Rusia telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina dengan klaim menargetkan fasilitas industri militer pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Amukan militer Moskow ini melibatkan rudal hipersonik Kinzhal dan ratusan pesawat nirawak.

Pihak berwenang dan media Ukraina mengonfirmasi serangan tersebut, dengan beberapa pihak menyatakan bahwa itu adalah salah satu yang terbesar sejak perang pecah pada Februari 2022.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah melakukan serangan besar-besaran, yang melibatkan senjata jarak jauh berpresisi tinggi berbasis udara, laut, dan darat. "Termasuk sistem rudal hipersonik aerobalistik Kinzhal, serta kendaraan udara tak berawak, yang menargetkan fasilitas industri militer dan pemrosesan minyak Ukraina," katanya.

Baca Juga: Jet Tempur F-16 Ukraina Jatuh dan Pilotnya Tewas Dirudal Rusia, Zelensky Minta Tolong AS

Kementerian tersebut tidak memberikan perincian lebih lanjut, tetapi menyatakan bahwa target serangan telah tercapai. "Semua target yang ditentukan telah terkena serangan," paparnya.

Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia telah menembakkan lebih dari 500 senjata udara ke Ukraina, mencakup 477 pesawat nirawak dan umpan serta 60 rudal.

"Sementara 475 di antaranya ditembak jatuh atau hilang, serangan ini menandai serangan udara paling besar di negara ini," kata Yuriy Ihnat, kepala komunikasi Angkatan Udara Ukraina, kepada Associated Press, Senin (30/6/2025).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi serangan tersebut dalam sebuah unggahan di Telegram, dengan mengeklaim bahwa serangan itu melibatkan 477 pesawat nirawak Rusia yang berisi bahan peledak dan 60 rudal dari berbagai jenis.

Dia menggunakan kesempatan tersebut untuk sekali lagi meminta sekutu Barat untuk menyediakan lebih banyak sistem pertahanan udara bagi Kyiv.

Zelensky juga mengungkapkan bahwa Kyiv kehilangan satu lagi jet tempur F-16 yang dipasok Barat saat mencoba menangkis serangan besar-besaran Rusia. Pilotnya tewas dalam insiden tersebut.

“Moskow tidak akan berhenti selama masih mampu melancarkan serangan besar-besaran,” tulis Zelensky di media sosial.

Dalam seminggu terakhir saja, lanjut dia, Rusia telah menyerang Ukraina dengan lebih dari 114 rudal, lebih dari 1.270 pesawat nirawak, dan hampir 1.100 bom luncur.

“Perang ini harus diakhiri–tekanan terhadap agresor diperlukan, begitu pula perlindungan,” ujarnya. “Ukraina perlu memperkuat pertahanan udaranya–hal yang paling baik untuk melindungi nyawa," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved