Iran Ledek Habis Israel: Tak Punya Pilihan Selain Lari ke Papa Amerika
Senin, 30 Juni 2025 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mengulangi peringatan kepada Khamenei, dengan menyatakan bahwa AS mengetahui lokasinya tetapi memilih untuk tidak menargetkannya. "Setidaknya untuk saat ini," imbuh Trump.
Pejabat AS bersikeras bahwa mereka tetap terbuka untuk dialog baru dengan Iran. Trump mengatakan bahwa dia berharap Iran mengizinkan inspektur internasional untuk memverifikasi bahwa Iran belum memulai kembali program nuklirnya.
Ketika ditanya apakah dia akan meminta Iran untuk bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau badan pemantau lainnya, Trump menjawab bahwa Republik Islam tersebut perlu bekerja sama dengan "IAEA atau seseorang yang kami hormati, termasuk kami sendiri."
Meskipun pembicaraan belum dilanjutkan secara resmi, utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengonfirmasi awal pekan lalu bahwa komunikasi langsung dan tidak langsung dengan Iran telah berlangsung. Putaran negosiasi keenam yang direncanakan di Oman dibatalkan setelah serangan Israel terhadap Iran.
Trump menyatakan optimisme bahwa ambisi nuklir Teheran telah berkurang di bawah tekanan.
"Dapatkah saya katakan, mereka sudah kehabisan tenaga. Dan Israel juga sudah kehabisan tenaga," katanya. "Hal terakhir yang mereka pikirkan saat ini adalah nuklir."
Sementara itu, Khamenei dalam unggahan terbaru di X menilai Trump telah membesar-besarkan serangan Amerika terhadap tiga situs nuklir Iran. Menurutnya, tujuan Trump itu sebenarnya untuk menyembunyikan kegagalan.
"Presiden AS membesar-besarkan apa yang terjadi dengan cara yang tidak biasa, mengungkapkan bahwa dia perlu melakukannya," tulis Khamenei di X, yang dikutip Iran International, Senin (30/6/2025).
"Siapa pun yang mendengar pernyataan itu dapat merasakan bahwa di balik permukaan, ada kenyataan lain. Mereka gagal mencapai apa pun dan membesar-besarkan untuk menutupi dan menyembunyikan kebenaran," lanjut Khamenei.
Pejabat AS bersikeras bahwa mereka tetap terbuka untuk dialog baru dengan Iran. Trump mengatakan bahwa dia berharap Iran mengizinkan inspektur internasional untuk memverifikasi bahwa Iran belum memulai kembali program nuklirnya.
Ketika ditanya apakah dia akan meminta Iran untuk bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau badan pemantau lainnya, Trump menjawab bahwa Republik Islam tersebut perlu bekerja sama dengan "IAEA atau seseorang yang kami hormati, termasuk kami sendiri."
Meskipun pembicaraan belum dilanjutkan secara resmi, utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengonfirmasi awal pekan lalu bahwa komunikasi langsung dan tidak langsung dengan Iran telah berlangsung. Putaran negosiasi keenam yang direncanakan di Oman dibatalkan setelah serangan Israel terhadap Iran.
Trump menyatakan optimisme bahwa ambisi nuklir Teheran telah berkurang di bawah tekanan.
"Dapatkah saya katakan, mereka sudah kehabisan tenaga. Dan Israel juga sudah kehabisan tenaga," katanya. "Hal terakhir yang mereka pikirkan saat ini adalah nuklir."
Sementara itu, Khamenei dalam unggahan terbaru di X menilai Trump telah membesar-besarkan serangan Amerika terhadap tiga situs nuklir Iran. Menurutnya, tujuan Trump itu sebenarnya untuk menyembunyikan kegagalan.
"Presiden AS membesar-besarkan apa yang terjadi dengan cara yang tidak biasa, mengungkapkan bahwa dia perlu melakukannya," tulis Khamenei di X, yang dikutip Iran International, Senin (30/6/2025).
"Siapa pun yang mendengar pernyataan itu dapat merasakan bahwa di balik permukaan, ada kenyataan lain. Mereka gagal mencapai apa pun dan membesar-besarkan untuk menutupi dan menyembunyikan kebenaran," lanjut Khamenei.
(mas)
Lihat Juga :