Iran Ledek Habis Israel: Tak Punya Pilihan Selain Lari ke Papa Amerika

Senin, 30 Juni 2025 - 07:19 WIB
loading...
A A A
Trump mengatakan bahwa komentar tersebut tidak sesuai dengan kenyataan dan tidak pantas bagi tokoh agama dan politik paling berkuasa di Iran.

"Lihat, Anda seorang pria yang sangat beriman. Seorang pria yang sangat dihormati di negaranya. Anda harus mengatakan yang sebenarnya," kata Trump tentang Khamenei.

"Anda dipukuli habis-habisan," lanjut Trump.

Trump menanggapi pernyataan Khamenei yang direkam sebelumnya yang disiarkan di televisi pemerintah Iran, di mana pemimpin berusia 86 tahun itu menyatakan bahwa Iran telah memberikan "tamparan di wajah Amerika" dengan menyerang pangkalan udara AS di Qatar.

Pernyataan tersebut menandai pidato publik pertama Khamenei sejak perang 12 hari terakhir yang melibatkan serangan Israel dan Amerika terhadap Iran.

Menurut pejabat AS, pengeboman tersebut menargetkan tiga fasilitas nuklir utama Iran, yang menyebabkan apa yang disebut Trump sebagai "kerusakan parah" pada kemampuan nuklir negara tersebut.

Sementara laporan awal dari badan intelijen pertahanan AS menunjukkan serangan itu mungkin hanya menunda program Iran selama beberapa bulan, Trump dan pemerintahannya terus menegaskan bahwa kerusakannya jauh lebih luas.

Dalam sebuah posting di Truth Social, Trump melangkah lebih jauh, dengan mengungkapkan bahwa dia telah menolak rencana untuk membunuh Khamenei yang diajukan oleh pejabat Israel selama konflik.

"Negaranya hancur lebur, tiga situs nuklirnya yang jahat dihancurkan, dan saya tahu persis di mana dia berlindung, dan tidak akan membiarkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS, yang sejauh ini terhebat dan terkuat di dunia, mengakhiri hidupnya," tulis Trump.

"Saya menyelamatkannya dari kematian yang sangat buruk dan memalukan, dan dia tidak perlu berkata, 'Terima kasih, Presiden Trump!'"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet TerbaikĀ 
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved