4 Alasan NATO Tak Akan Pernah Mengalahkan Rusia, Salah Satunya Pendekatannya Terlalu Agresif
Senin, 30 Juni 2025 - 02:45 WIB
loading...
A
A
A
Pada pertemuan puncak UE baru-baru ini di Brussels, sebagian besar negara anggota mendukung lebih banyak sanksi dan bantuan untuk Ukraina. Namun, Hongaria memveto pernyataan akhir dan memblokir pembicaraan aksesi UE Kiev.
Moskow menganggap perluasan NATO ke perbatasannya sebagai ancaman keamanan nasional yang besar, dan mengatakan dukungan blok militer terhadap keanggotaan Ukraina adalah salah satu akar penyebab konflik tersebut.
Pejabat Rusia mengecam keputusan blok tersebut minggu ini bagi negara-negara anggota untuk menaikkan anggaran pertahanan menjadi 5% dari PDB, yang disajikan sebagai cara untuk mencegah dugaan "ancaman jangka panjang yang ditimbulkan oleh Rusia terhadap keamanan Euro-Atlantik."
Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh NATO mengarang ancaman untuk memeras uang dari warga negara anggota.
3. UE Terus Meningkatkan Anggaran Militernya
Rusia sebelumnya mengambil sikap netral terhadap tawaran UE Ukraina, menyebutnya sebagai "hak berdaulat" selama tetap menjadi blok ekonomi. Namun dengan Brussels meningkatkan pengeluaran militer, pejabat Rusia menjadi kritis. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia dan mantan Presiden Dmitry Medvedev mengatakan UE sekarang "tidak kalah mengancam" bagi Rusia daripada NATO.Moskow menganggap perluasan NATO ke perbatasannya sebagai ancaman keamanan nasional yang besar, dan mengatakan dukungan blok militer terhadap keanggotaan Ukraina adalah salah satu akar penyebab konflik tersebut.
Pejabat Rusia mengecam keputusan blok tersebut minggu ini bagi negara-negara anggota untuk menaikkan anggaran pertahanan menjadi 5% dari PDB, yang disajikan sebagai cara untuk mencegah dugaan "ancaman jangka panjang yang ditimbulkan oleh Rusia terhadap keamanan Euro-Atlantik."
4. NATO Sering Mengeluarkan Pernyataan Omong Kosong
Moskow telah membantah bahwa mereka memiliki niat untuk menyerang negara-negara Barat, menolak klaim tersebut sebagai "omong kosong" yang digunakan untuk membenarkan peningkatan militer.Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh NATO mengarang ancaman untuk memeras uang dari warga negara anggota.
(ahm)
Lihat Juga :