Rakyat Israel Jarah Uang dan Barang Mewah di Mal dan Apartemen yang Hancur Dirudal Iran

Minggu, 29 Juni 2025 - 18:25 WIB
loading...
Rakyat Israel Jarah...
Rakyat Israel jarah uang dan barang mewah di mal dan apartemen yang hancur di rudal Iran. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Sebuah gedung hunian mewah dan mal dekat markas besar militer Kirya di Tel Aviv rusak akibat serangan rudal balistik Iran di awal perang 12 hari terakhir dengan Republik Islam. Anehnya barang mewah dan uang di gedung tersebut dijarah masyarakat Israel.

Harian Haaretz melaporkan informasi ini sebelumnya tidak dipublikasikan di Israel, karena pihak berwenang menutup-nutupi laporan yang memuat informasi tentang lokasi dampak, dengan alasan bahwa laporan tersebut dapat digunakan oleh Iran untuk mengkalibrasi rudalnya dengan lebih baik.

Menurut Haaretz, menara hunian 32 lantai, yang terletak dekat pintu masuk Kaplan Street ke markas besar IDF, terbakar akibat dampak rudal, dan penghuninya harus dievakuasi.

Secara terpisah, Channel 12 melaporkan bahwa Azrieli Mall, yang juga terletak di sekitar Kirya, juga rusak akibat serangan rudal balistik.

Bangunan utama tidak rusak, tetapi beberapa etalase toko yang terbuka langsung ke jalan mengalami kerusakan parah, diperkirakan lebih dari satu juta shekel. Beberapa kerusakan pada fasad mal juga dapat dilihat dari jalan.

Beberapa hari setelah pemogokan, penjarah mencuri sejumlah besar barang dagangan dan uang tunai dari toko-toko yang rusak, kata laporan itu.

Baca Juga: AS Serang Iran, Siapa yang Menang?

Selama konflik langsung selama 12 hari, Iran meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik ke Israel, menewaskan 28 orang dan melukai ribuan orang.

Sementara itu, berdiri di lokasi serangan rudal Iran di Bat Yam bersama Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt, Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar menyerukan negara-negara Eropa untuk memulai sanksi "snapback" terhadap Iran atas program nuklirnya.

“Sekarang sistem internasional memiliki kewajiban untuk mengambil langkah konkret terhadap program nuklir Iran, mengingat serangan rezim Iran terhadap IAEA dan pengumumannya bahwa mereka akan berhenti bekerja sama dengannya,” kata Sa’ar. “Sudah saatnya bagi negara-negara E3 – Inggris, Jerman, dan Prancis – untuk mengaktifkan snapback, sebuah langkah konkret yang siap membantu mereka.”

Berdasarkan kesepakatan nuklir JCPOA 2015, para penandatangan dapat memicu mekanisme untuk secara otomatis memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Iran atas ketidakpatuhannya, sebuah opsi yang akan berakhir pada bulan Oktober.

Dobrindt, yang melakukan kunjungan pertama oleh pejabat senior asing sejak perang antara Iran dan Israel berakhir minggu lalu, menyerukan peningkatan dukungan untuk Israel.

“Kita harus memperdalam dukungan kita untuk Israel,” kata Dobrindt di tengah reruntuhan serangan Iran pada tanggal 15 Juni yang menewaskan sembilan orang, termasuk tiga anak-anak.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved