Partai Republik Desak Trump Cabut Kewarganegaraan Zohran Mamdani, Muslim Calon Wali Kota New York

Minggu, 29 Juni 2025 - 12:50 WIB
loading...
Partai Republik Desak...
Partai Republik Desak Presiden AS Donald Trump cabut kewarganegaraan Zohran Mamdani, politisi Muslim calon wali kota New York. Foto/Mahattan Institute
A A A
NEW YORK - Partai Republik telah mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mencabut kewarganegaraan Amerika yang dimiliki politisi Muslim, Zohran Mamdani. Desakan itu muncul setelah Mamdani menjadi calon wali kota New York yang diusung Partai Demokrat.

Jika terpilih dalam pemilihan 4 November mendatang, politisi asal India itu akan menjadi wali kota Muslim pertama di New York City.

Namun, Partai Republik menuduh bahwa Mamdani tidak cukup Amerika, karena dia baru menjadi warga negara AS kurang dari 10 tahun.

Baca Juga: Donald Trump Murka Politisi Muslim Zohran Mamdani Jadi Calon Wali Kota New York

Anggota Parlemen dari Partai Republik, Andy Ogles, asal Tennessee menjuluki Mamdani sebagai "Muhammad kecil" dan mengatakan: "Dia adalah seorang komunis sosialis antisemit yang akan menghancurkan New York City yang hebat.

"Dia perlu diporasi. Itulah sebabnya saya menyerukan agar dia menjalani proses denaturalisasi," ujarnya, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (29/6/2025).

Anggota Parlemen asal South Carolina, Nancy Mace, mem-posting jajak pendapat dan bertanya apakah Mamdani harus didenaturalisasi dan dideportasi.

Proses denaturalisasi atau pencabutan kewarganegaraan seseorang secara hukum jarang terjadi di Amerika Serikat.

Hal itu hanya mungkin terjadi jika individu tersebut memperolehnya melalui penipuan atau kesalahan penyajian yang disengaja.

Faktor lain yang memungkinkannya adalah jika orang tersebut terkait dengan kelompok yang mendukung penggulingan pemerintah AS secara paksa dalam waktu lima tahun setelah naturalisasi, atau jika individu tersebut telah melakukan kejahatan serius seperti terorisme atau kejahatan perang sebelum menjadi warga negara dan gagal mengungkapkannya selama proses tersebut.

Pemerintah AS juga perlu membuktikan alasan melakukan denaturalisasi di pengadilan dengan bukti yang kuat.

Mamdani telah bersumpah untuk mengusir para agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) AS dari New York City dengan alasan ICE bertindak fasis.

Kepala Perbatasan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, Tom Homan, menanggapi ancaman dengan mengatakan: "Semoga berhasil, hukum federal mengalahkannya setiap hari, setiap jam, setiap menit."

"Kami akan berada di New York City, faktanya, karena ini adalah kota perlindungan dan Presiden Trump menjelaskannya satu setengah minggu yang lalu-kami akan menggandakan dan melipatgandakan kota perlindungan," ujarnya.

"Ini permainan dimulai," kata Homan kepada Fox News, sehari setelah Mamdani mengumumkan kemenangan atas mantan gubernur Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan calon wali kota New York dari Partai Demokrat.

Mamdani muncul dengan keunggulan yang meyakinkan dalam pemilihan pendahuluan calin wali kota New York dari Partai Demokrat, atas mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, yang menyerah pada Selasa malam.

Presiden Donald Trump tidak senang dengan kemenangan Mamdani.

"Akhirnya terjadi, Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100%, baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, dan sedang dalam perjalanan untuk menjadi wali kota," tulis Trump di Truth Social.

"Kita pernah memiliki kaum kiri radikal sebelumnya, tetapi ini menjadi sedikit konyol," lanjut Trump.

"Dia tampak buruk, suaranya melengking, dia tidak terlalu pintar, dia didukung oleh AOC (Alexandria Ocasio-Cortez)+3, semuanya orang bodoh, dan bahkan Senator Palestina kita yang hebat, Chuck Schumer yang menangis, sedang merendahkan diri kepadanya. Ya, ini adalah momen besar dalam sejarah negara kita!" imbuh dia,

Setelah kemenangan Mamdani, wakil kepala staf Gedung Putih Stephen Miller, seorang yang sangat gigih dalam isu imigrasi, mengatakan: "Itu adalah peringatan paling jelas tentang apa yang terjadi pada masyarakat ketika gagal mengendalikan migrasi."

"Seluruh Partai Demokrat mendukung sosialis garis keras yang ingin mengakhiri semua penegakan hukum imigrasi dan menghapus sistem penjara sepenuhnya," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didakwa Pasal Berlapis Pencemaran Nama Baik dan UU ITE
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
Moskow, Kota Muslim...
Moskow, Kota Muslim Terbesar di Benua Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved