Serangan Bom Bunuh Diri Teroris Tewaskan 13 Tentara Pakistan, India Disalahkan

Minggu, 29 Juni 2025 - 12:27 WIB
loading...
Serangan Bom Bunuh Diri...
Petinggi militer Pakistan Jenderal Asim Munir kunjungi korban luka serangan bom bunuh diri terhadap konvoi militer. Serangan ini menewaskan 13 tentara Pakistan. Foto/ISPR
A A A
ISLAMABAD - Serangan bom bunuh diri telah menewaskan 13 tentara Pakistan pada hari Sabtu. Militer Islambad menyebut pelaku serangan adalah kelompok "teroris" yang disponsori India.

Tiga warga sipil–dua anak dan seorang wanita–ikut terluka dalam serangan yang menargetkan konvoi militer di distrik suku Waziristan Utara tersebut.

"Seorang pelaku bom bunuh diri yang menggunakan kendaraan berusaha meledakkan dirinya di dekat konvoi pasukan keamanan tetapi dicegat oleh kelompok terdepan, menggagalkan rencana jahatnya," kata Inter-Services Public Relations (ISPR), sayap media militer Pakistan, dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Cerita Mossad Gagal Habisi AQ Khan, Menjadikan Pakistan Satu-satunya Negara Islam Pemilik Bom Nuklir

"Namun, dalam keputusasaan mereka, sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak ditabrakkan ke salah satu kendaraan kelompok terdepan oleh Kharjis yang disponsori India," imbuh ISPR. "Akibatnya, 13 putra daerah yang pemberani mengucapkan syahadat."

Menurut ISPR, serangan tersebut "direncanakan dan diatur oleh negara teroris India melalui proksinya Fitna al Khawarij."

Setelah serangan mematikan itu, pasukan keamanan melancarkan operasi di daerah tersebut. "Selama baku tembak berikutnya, 14 teroris tewas," kata ISPR, seraya menambahkan bahwa operasi tersebut masih berlangsung untuk menghilangkan ancaman yang tersisa.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (MEA) India pada hari Minggu (29/6/2025), dengan tegas menolak klaim militer Pakistan bahwa India berada di balik serangan bom bunuh diri Waziristan.

"Kami telah melihat pernyataan resmi Angkatan Darat Pakistan yang berusaha menyalahkan India atas serangan terhadap Waziristan pada tanggal 28 Juni. Kami menolak pernyataan ini dengan penghinaan yang pantas," kata juru bicara MEA Randhir Jaiswal dalam sebuah pernyataan di X.

Surar kabar The Dawn melaporkan serangan itu terjadi beberapa hari setelah dua tentara tewas dan 11 teroris dilumpuhkan selama operasi berbasis intelijen (IBO) di Waziristan Selatan. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada hari Sabtu.

Menurut laporan AFP, Pakistan telah menyaksikan peningkatan tajam dalam kekerasan di wilayahnya yang berbatasan dengan Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa di Kabul pada tahun 2021, dengan Islamabad menuduh tetangganya di sebelah barat itu membiarkan tanahnya digunakan untuk serangan terhadap Pakistan-sebuah klaim yang dibantah Taliban.

Sekitar 290 orang, sebagian besar pejabat keamanan, tewas dalam serangan sejak awal tahun oleh kelompok bersenjata yang memerangi pemerintah di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan, menurut penghitungan AFP.

India dan Pakistan, yang sama-sama bersenjata nuklir, terlibat perang empat hari pada bulan lalu. Pertempuran itu dipicu oleh pembantaian kelompok bersenjata terhadap 26 turis Hindu di Pahalgam, Kashmir, yang dikuasi India. New Delhi menyalahkan Pakistan atas serangan itu, namun Islamabad menyangkalnya.

Pertempuran empat hari tersebut berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved