Lagi, Israel Sesumbar Ingin Lenyapkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei
Jum'at, 27 Juni 2025 - 07:24 WIB
loading...
Israel kembali sesumbar ingin melenyapkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto/X @IDF
A
A
A
TEHERAN - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sesumbar militer Zionis ingin melenyapkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tapi tidak pernah memiliki kesempatan operasional. Komentarnya muncul beberapa hari setelah kedua negara sepakat gencatan senjata.
"Jika dia menjadi sasaran kami, kami akan menghabisinya," kata Katz kepada Channel 13, Jumat (27/6/2025).
"Kami ingin melenyapkan Khamenei, tetapi tidak ada peluang operasional," ujarnya.
Ketika ditanya apakah Israel meminta persetujuan Amerika Serikat untuk membunuh Khamenei, dia menjawab: "Kami tidak memerlukan izin untuk hal-hal ini."
Ancaman Israel untuk membunuh Khamenei sudah dua kali disampaikan oleh Katz sejak perang Israel-Iran pecah pada13 Juni. Perang mereda dengan kedua negara sepakat gencatan senjata.
Baca Juga: Khamenei Sebut Israel Hancur Total Jika AS Tak Ikut Campur, Ini Respons Zionis
Khamenei telah muncul dengan menyampaikan pidatonya padah hari Kamis, tiga hari setelah gencatan senjata diberlakukan.
"Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran yang agung atas kekalahan rezim Zionis palsu," kata Khamenei.
"Terlepas dari semua kegaduhan dan klaimnya, rezim Zionis hampir hancur di bawah serangan Republik Islam," paparnya. Khamenei mengatakan AS juga gagal mencapai hasil apa pun dari intervensinya.
"Ucapan selamat kedua saya untuk kemenangan Iran kita tercinta atas rezim Amerika," katanya.
"AS memasuki perang secara langsung karena merasa bahwa jika tidak, rezim Zionis akan hancur total. Namun, AS tidak memperoleh apa pun dari perang ini."
“Di sini juga, Republik Islam muncul sebagai pemenang dan memberikan tamparan keras di wajah Amerika,” imbuh Khamenei.
Khamenei memuji apa yang dia gambarkan sebagai “persatuan luar biasa” rakyat Iran selama konflik baru-baru ini.
“Sembilan puluh juta orang berdiri bersama, bahu-membahu, tanpa ada perpecahan dalam tuntutan atau dukungan mereka,” kata Khamenei.
Iran dan Israel telah terlibat pertempuran udara selama 12 hari, yang dimulai pada 13 Juni dengan agresi udara militer Zionis terhadap wilayah Iran.
AS kemudian ikut campur dengan membombardir tiga situs nuklir Iran selama akhir pekan lalu. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran dan Israel sepakat gencatan senjata total.
"Jika dia menjadi sasaran kami, kami akan menghabisinya," kata Katz kepada Channel 13, Jumat (27/6/2025).
"Kami ingin melenyapkan Khamenei, tetapi tidak ada peluang operasional," ujarnya.
Ketika ditanya apakah Israel meminta persetujuan Amerika Serikat untuk membunuh Khamenei, dia menjawab: "Kami tidak memerlukan izin untuk hal-hal ini."
Ancaman Israel untuk membunuh Khamenei sudah dua kali disampaikan oleh Katz sejak perang Israel-Iran pecah pada13 Juni. Perang mereda dengan kedua negara sepakat gencatan senjata.
Baca Juga: Khamenei Sebut Israel Hancur Total Jika AS Tak Ikut Campur, Ini Respons Zionis
Khamenei telah muncul dengan menyampaikan pidatonya padah hari Kamis, tiga hari setelah gencatan senjata diberlakukan.
"Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran yang agung atas kekalahan rezim Zionis palsu," kata Khamenei.
"Terlepas dari semua kegaduhan dan klaimnya, rezim Zionis hampir hancur di bawah serangan Republik Islam," paparnya. Khamenei mengatakan AS juga gagal mencapai hasil apa pun dari intervensinya.
"Ucapan selamat kedua saya untuk kemenangan Iran kita tercinta atas rezim Amerika," katanya.
"AS memasuki perang secara langsung karena merasa bahwa jika tidak, rezim Zionis akan hancur total. Namun, AS tidak memperoleh apa pun dari perang ini."
“Di sini juga, Republik Islam muncul sebagai pemenang dan memberikan tamparan keras di wajah Amerika,” imbuh Khamenei.
Khamenei memuji apa yang dia gambarkan sebagai “persatuan luar biasa” rakyat Iran selama konflik baru-baru ini.
“Sembilan puluh juta orang berdiri bersama, bahu-membahu, tanpa ada perpecahan dalam tuntutan atau dukungan mereka,” kata Khamenei.
Iran dan Israel telah terlibat pertempuran udara selama 12 hari, yang dimulai pada 13 Juni dengan agresi udara militer Zionis terhadap wilayah Iran.
AS kemudian ikut campur dengan membombardir tiga situs nuklir Iran selama akhir pekan lalu. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran dan Israel sepakat gencatan senjata total.
(mas)
Lihat Juga :