Khamenei Sebut Israel Hancur Total Jika AS Tak Ikut Campur, Ini Respons Zionis
Jum'at, 27 Juni 2025 - 06:21 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebut Israel akan hancur total oleh serangan Teheran jika AS tidak ikut campur dalam perang. Foto/Tehran Times
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Israel akan hancur total oleh serangan Teheran jika Amerika Serikat (AS) tidak ikut campur dalam perang. Rezim Zionis langsung membalas dengan ejekan.
Kementerian Luar Negeri Israel mengejek penampilan Khamenei dalam video pidato terbarunya pada hari Kamis, tiga hari setelah gencatan senjata diberlakukan. Menurut kementerian itu, Khamenei tampak takut dan kurang sinar matahari.
"Takut atau kurang sinar matahari? Mungkin keduanya," kata kementerian tersebut dalam akun berbahasa Persia di X.
Baca Juga: Khamenei: Rezim Zionis Hampir Runtuh, Iran Tampar Wajah Amerika
Pernyataan Khamenei tersebut disampaikan dalam pidato panjang yang dipublikasikan di akun Telegram miliknya. Menurutnya, rezim Zionis Israel nyaris bertekuk lutut di bawah serangan Republik Islam Iran.
"Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran yang agung atas kekalahan rezim Zionis palsu," kata Khamenei.
"Terlepas dari semua kegaduhan dan klaimnya, rezim Zionis hampir hancur di bawah serangan Republik Islam," paparnya.
Khamenei mengatakan AS juga gagal mencapai hasil apa pun dari intervensinya.
"Ucapan selamat kedua saya untuk kemenangan Iran kita tercinta atas rezim Amerika," katanya.
"AS memasuki perang secara langsung karena merasa bahwa jika tidak, rezim Zionis akan hancur total. Namun, AS tidak memperoleh apa pun dari perang ini."
“Di sini juga, Republik Islam muncul sebagai pemenang dan memberikan tamparan keras di wajah Amerika,” imbuh Khamenei.
Khamenei juga memuji apa yang dia gambarkan sebagai “persatuan luar biasa” rakyat Iran selama konflik baru-baru ini.
“Sembilan puluh juta orang berdiri bersama, bahu-membahu, tanpa ada perpecahan dalam tuntutan atau dukungan mereka,” kata Khamenei.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan negaranya bermaksud membunuh Khamenei tetapi tidak pernah memiliki kesempatan operasional.
"Jika dia menjadi sasaran kami, kami akan menghabisinya," katanya kepada Channel 13, Jumat (27/6/2025).
"Kami ingin melenyapkan Khamenei, tetapi tidak ada peluang operasional," paparnya.
Ketika ditanya apakah Israel meminta persetujuan AS untuk membunuh Khamenei, dia menjawab: "Kami tidak memerlukan izin untuk hal-hal ini."
Kementerian Luar Negeri Israel mengejek penampilan Khamenei dalam video pidato terbarunya pada hari Kamis, tiga hari setelah gencatan senjata diberlakukan. Menurut kementerian itu, Khamenei tampak takut dan kurang sinar matahari.
"Takut atau kurang sinar matahari? Mungkin keduanya," kata kementerian tersebut dalam akun berbahasa Persia di X.
Baca Juga: Khamenei: Rezim Zionis Hampir Runtuh, Iran Tampar Wajah Amerika
Pernyataan Khamenei tersebut disampaikan dalam pidato panjang yang dipublikasikan di akun Telegram miliknya. Menurutnya, rezim Zionis Israel nyaris bertekuk lutut di bawah serangan Republik Islam Iran.
"Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran yang agung atas kekalahan rezim Zionis palsu," kata Khamenei.
"Terlepas dari semua kegaduhan dan klaimnya, rezim Zionis hampir hancur di bawah serangan Republik Islam," paparnya.
Khamenei mengatakan AS juga gagal mencapai hasil apa pun dari intervensinya.
"Ucapan selamat kedua saya untuk kemenangan Iran kita tercinta atas rezim Amerika," katanya.
"AS memasuki perang secara langsung karena merasa bahwa jika tidak, rezim Zionis akan hancur total. Namun, AS tidak memperoleh apa pun dari perang ini."
“Di sini juga, Republik Islam muncul sebagai pemenang dan memberikan tamparan keras di wajah Amerika,” imbuh Khamenei.
Khamenei juga memuji apa yang dia gambarkan sebagai “persatuan luar biasa” rakyat Iran selama konflik baru-baru ini.
“Sembilan puluh juta orang berdiri bersama, bahu-membahu, tanpa ada perpecahan dalam tuntutan atau dukungan mereka,” kata Khamenei.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan negaranya bermaksud membunuh Khamenei tetapi tidak pernah memiliki kesempatan operasional.
"Jika dia menjadi sasaran kami, kami akan menghabisinya," katanya kepada Channel 13, Jumat (27/6/2025).
"Kami ingin melenyapkan Khamenei, tetapi tidak ada peluang operasional," paparnya.
Ketika ditanya apakah Israel meminta persetujuan AS untuk membunuh Khamenei, dia menjawab: "Kami tidak memerlukan izin untuk hal-hal ini."
(mas)
Lihat Juga :