Iran Akui Sangat Menderita Akibat Perang, Bagaimana Mereka Bersikap Teguh?
Rabu, 25 Juni 2025 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Peraturan perundang-undangan tersebut "berbicara tentang penangguhan, bukan mengakhiri kerja sama", jelasnya. "Tidakkah Anda pikir wajar saja bagi perwakilan negara yang telah mengalami tindakan agresi yang mengerikan untuk mempertimbangkan kembali cara mereka berurusan dengan IAEA?"
Baghaei melanjutkan dengan mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut menetapkan persyaratan untuk keterlibatan Iran di masa mendatang dengan IAEA, termasuk jaminan untuk keselamatan dan keamanan ilmuwan dan fasilitas nuklir Iran. RUU tersebut juga menyerukan penghormatan terhadap hak-hak Iran berdasarkan NPT, perjanjian internasional di mana negara-negara non-senjata nuklir berkomitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir tetapi memiliki hak untuk mengembangkan energi nuklir yang damai, katanya.
“Jika kita ingin menjadi anggota NPT yang bertanggung jawab, kita harus dapat menikmati hak-hak yang diberikan kepada setiap negara dalam perjanjian ini,” imbuh Baghaei.
Baghaei melanjutkan dengan mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut menetapkan persyaratan untuk keterlibatan Iran di masa mendatang dengan IAEA, termasuk jaminan untuk keselamatan dan keamanan ilmuwan dan fasilitas nuklir Iran. RUU tersebut juga menyerukan penghormatan terhadap hak-hak Iran berdasarkan NPT, perjanjian internasional di mana negara-negara non-senjata nuklir berkomitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir tetapi memiliki hak untuk mengembangkan energi nuklir yang damai, katanya.
“Jika kita ingin menjadi anggota NPT yang bertanggung jawab, kita harus dapat menikmati hak-hak yang diberikan kepada setiap negara dalam perjanjian ini,” imbuh Baghaei.
(ahm)
Lihat Juga :