Siapa Mojtaba Khamenei? Anak Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Penguasa Bayangan Iran

Rabu, 25 Juni 2025 - 13:45 WIB
loading...
A A A
Jumlah pasti aset pribadi Mojtaba tidak pernah diumumkan, tetapi beberapa sumber memperkirakan kekayaan keluarganya mencapai lebih dari USD90 miliar, dengan porsi pengaruh besar dikendalikan olehnya.

Ini menjadikan Mojtaba tidak hanya sebagai tokoh militer dan ideologis, tetapi juga seorang oligark yang punya kuasa ekonomi luar biasa. Fakta ini membuat posisinya semakin kuat namun juga rentan terhadap kritik dalam dan luar negeri.

8. Citra Publik dan Kehati-hatian Media


Berbeda dengan ayahnya atau tokoh-tokoh ulama lain di Iran, Mojtaba sangat jarang muncul di media massa.

Ia hampir tidak pernah memberikan pidato publik atau tampil dalam acara kenegaraan secara resmi.

Foto-fotonya juga sangat terbatas dan sering kali hanya beredar dalam lingkup terbatas atau bocoran dari dalam sistem. Hal ini menciptakan aura misterius sekaligus menegaskan ia lebih suka bekerja di balik layar.

Namun, bukan berarti ia tidak membangun citra. Dalam beberapa kasus penting, Mojtaba mengatur kehadirannya secara simbolik—misalnya dalam video singkat saat mengajar di Qom atau menghadiri pemakaman tokoh militer.

Kehadiran itu sering dibuat dalam suasana informal, tanpa panggung besar atau kamera resmi. Ini memberikan kesan ia rendah hati dan lebih fokus pada tugas spiritual, walau di baliknya ada pesan politik yang jelas: ia aktif dan hadir.

Strategi ini sangat efektif dalam menciptakan kesan sebagai pemimpin “diam tapi kuat”. Ia tak perlu tampil di publik untuk menunjukkan kekuasaan.

Justru karena jarang tampil, setiap kehadirannya memiliki makna simbolik yang kuat. Di era disinformasi dan propaganda, Mojtaba mengandalkan citra sebagai penguasa bayangan, seseorang yang tidak perlu suara keras untuk mengendalikan sistem.

9. Lingkungan Kekuasaan dan Jaringan Loyalis


Dalam lingkaran kekuasaan Iran, keluarga Khamenei memiliki posisi yang sangat istimewa. Mojtaba, sebagai anak yang paling berpengaruh, memiliki koneksi erat dengan berbagai tokoh politik dan militer.

Saudara-saudaranya—Mostafa, Meysam, dan Masoud—memegang posisi penting juga, tapi tidak sekuat dan se-strategis dirinya. Mojtaba adalah pengatur strategi, sementara yang lain lebih administratif.

Perkawinan politiknya juga memperkuat posisinya. Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri dari Gholam-Ali Haddad-Adel, mantan ketua parlemen dan salah satu tokoh konservatif paling senior di Iran.

Perkawinan ini menciptakan jaringan kekuasaan antara dua keluarga elite politik dan agama yang sangat berpengaruh. Jaringan ini memperluas akses Mojtaba ke jalur parlemen, universitas, dan media negara.

Selain keluarga dan ipar politik, Mojtaba juga membina loyalis dari kalangan militer muda. Beberapa komandan IRGC generasi baru disebut dibina langsung olehnya, bahkan dilibatkan dalam operasi luar negeri di Suriah dan Lebanon.

Dengan cara ini, ia membangun kekuasaan yang berlapis: keluarga, ideologi, kekuatan senjata, dan koneksi internasional.

Hal ini membuatnya menjadi figur yang tak mudah digeser, meski tak pernah memegang jabatan resmi.

10. Tantangan, Kritik, dan Masa Depan Politik


Meski berpengaruh, Mojtaba menghadapi tantangan serius. Kritik terhadapnya datang dari dalam dan luar negeri.

Banyak rakyat Iran menolak gagasan bahwa putra Pemimpin Tertinggi bisa menjadi pengganti ayahnya.

Mereka menganggap ini sebagai bentuk monarki terselubung. Slogan seperti “Mojtaba, semoga kamu mati sebelum jadi pemimpin” yang terdengar dalam protes menunjukkan resistensi kuat dari publik.

Di sisi lain, kredensial religius Mojtaba juga masih dipertanyakan. Ia belum diakui sebagai Ayatollah oleh kebanyakan ulama senior, dan tidak memiliki karya fikih besar yang menjadi syarat legitimasi religius.

Tanpa status ini, akan sulit baginya untuk diterima sebagai Pemimpin Tertinggi, yang secara konstitusi harus memiliki otoritas keagamaan tertinggi.

Persaingan dari ulama lain seperti Ayatollah Sistani di Irak juga menjadi pembanding yang tajam.

Namun, dengan struktur kekuasaan yang masih otoriter dan militeristik, kemungkinan naiknya Mojtaba masih sangat nyata.

Jika ia gagal mendapatkan jabatan formal sebagai Pemimpin Tertinggi, ia masih bisa tetap menjadi “kingmaker” di balik layar.

Apalagi dengan krisis politik pascameninggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi, ruang untuk manuver Mojtaba makin terbuka.

Berakhirnya perang Iran dan Israel dengan gencatan senjata juga membuat nama Mojtaba semakin sering muncul, diiringi ancaman pembunuhan pada ayahnya oleh Amerika Serikat dan Israel.

Masa depan Iran mungkin tidak akan ditentukan oleh siapa yang menjadi presiden, melainkan oleh kekuatan tersembunyi yang seperti dirinya.

Baca juga: Iran Rayakan Kemenangan setelah Rudal Serang Israel dan Gencatan Senjata Dimulai
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Hadis-hadis yang Menjelaskan...
Hadis-hadis yang Menjelaskan Tentang Pengikut Dajjal
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved