3 Alasan Iran Ancam 'Menggembok' Selat Hormuz, Salah Satunya Balasan atas Serangan AS

Senin, 23 Juni 2025 - 14:12 WIB
loading...
A A A
Dengan mengancam menutup selat, Iran memaksa AS dan sekutunya berhitung ulang. Iran juga menempatkan tekanan pada negara Teluk agar menjauh dari blok Barat. Lebih lanjut, Iran menambah tekanan pada pasar minyak dunia yang sensitif pasca-pandemi Covid-19 dan perang Ukraina.

Lebih penting lagi, kartu Selat Hormuz bisa digunakan untuk menekan Dewan Keamanan PBB agar menghindari sanksi tambahan dijatuhkan pada Iran. Langkah ini juga memaksa negosiasi ulang perjanjian nuklir (JCPOA Iran) yang telah "dihancurkan" AS. Selain itu, tindakan tersebut bisa memperkuat posisi Iran dalam blok Timur bersama China dan Rusia.

“Hormuz bukan cuma selat air. Ia adalah alat negosiasi global,” tulis kolumnis Foreign Affairs, Vali Nasr.

3. Efek Psikologis dan Ekonomi Dunia


Ancaman penutupan Hormuz memiliki efek psikologis instan: harga minyak melonjak.

Pada Senin (23/6/2025), WTI (West Texas Intermediate) naik 6,1% menjadi USD79 per barel dan Brent naik 5,8% ke level USD83.

Investor global langsung bereaksi atas potensi terganggunya aliran minyak dari Teluk Persia. Bahkan, perusahaan pelayaran mulai mengalihkan rute dan menaikkan biaya asuransi.

Risiko penutupan Selat Hormuz mengirim sinyal ketidakstabilan pada semua pasar komoditas, menurut laporan CNBC.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved