3 Alasan Iran Ancam 'Menggembok' Selat Hormuz, Salah Satunya Balasan atas Serangan AS
Senin, 23 Juni 2025 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Situs nuklir Fordow—yang dibangun di dalam gunung—dihancurkan hingga menyisakan lubang besar selebar 20 meter.
Iran tidak mampu membalas dengan cara konvensional yang setara. Sistem pertahanannya terbukti gagal mendeteksi jet-jet siluman AS. Maka, opsi balasan paling masuk akal bagi Iran adalah mengancam infrastruktur global musuh secara asimetris—yaitu energi dunia.
“Penutupan Selat Hormuz akan berdampak langsung pada pasar minyak global dan ekonomi Barat,” kata analis pertahanan dari Al Jazeera, Hossein Rahimi.
Penutupan selat bukan sekadar pembalasan, tetapi pengganda tekanan geopolitik.
Iran memahami betul bahwa Selat Hormuz adalah satu dari sedikit "tombol krisis global" yang masih mereka miliki.
Selat selebar 39 km ini merupakan jalur laut tunggal bagi negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait untuk mengekspor minyak.
Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz.
Ini setara dengan 30% konsumsi minyak global.
Iran tidak mampu membalas dengan cara konvensional yang setara. Sistem pertahanannya terbukti gagal mendeteksi jet-jet siluman AS. Maka, opsi balasan paling masuk akal bagi Iran adalah mengancam infrastruktur global musuh secara asimetris—yaitu energi dunia.
“Penutupan Selat Hormuz akan berdampak langsung pada pasar minyak global dan ekonomi Barat,” kata analis pertahanan dari Al Jazeera, Hossein Rahimi.
Penutupan selat bukan sekadar pembalasan, tetapi pengganda tekanan geopolitik.
2. Kartu Tawar Strategis di Meja Global
Iran memahami betul bahwa Selat Hormuz adalah satu dari sedikit "tombol krisis global" yang masih mereka miliki.
Selat selebar 39 km ini merupakan jalur laut tunggal bagi negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait untuk mengekspor minyak.
Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz.
Ini setara dengan 30% konsumsi minyak global.
Lihat Juga :