TV Pemerintah Iran: 50.000 Pasukan AS dalam Jangkauan Militer Iran, Pertempuran Baru Dimulai!
Minggu, 22 Juni 2025 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Parlemen Iran kubu garis keras, Hamid Rasaei, mendesak pembalasan terhadap AS.
"Tindakan keterlaluan ini harus direspons dengan respons yang keras dan tegas," katanya, mengacu pada serangan AS terhadap situs nuklir Natanz, Isfahan, dan Fordow.
Organisasi Energi Atom Iran mengecam pengeboman AS terhadap situs-situs nuklirnya.
"Setelah serangan brutal oleh Zionis selama beberapa hari terakhir, situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan menjadi sasaran serangan brutal pada dini hari tadi—tindakan yang jelas-jelas melanggar hukum internasional," kata badan atom tersebut.
"Tindakan ini, yang melanggar norma-norma internasional, sayangnya terjadi di bawah ketidakpedulian—atau bahkan keterlibatan—Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," lanjutnya.
"Amerika, melalui pernyataan publik presiden AS di media sosial, telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap situs-situs ini...Masyarakat global diharapkan mengutuk tindakan-tindakan melanggar hukum yang berakar pada logika rimba belantara ini dan mendukung Iran dalam menegaskan hak-haknya yang sah," tambahnya.
"Tindakan keterlaluan ini harus direspons dengan respons yang keras dan tegas," katanya, mengacu pada serangan AS terhadap situs nuklir Natanz, Isfahan, dan Fordow.
Organisasi Energi Atom Iran mengecam pengeboman AS terhadap situs-situs nuklirnya.
"Setelah serangan brutal oleh Zionis selama beberapa hari terakhir, situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan menjadi sasaran serangan brutal pada dini hari tadi—tindakan yang jelas-jelas melanggar hukum internasional," kata badan atom tersebut.
"Tindakan ini, yang melanggar norma-norma internasional, sayangnya terjadi di bawah ketidakpedulian—atau bahkan keterlibatan—Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," lanjutnya.
"Amerika, melalui pernyataan publik presiden AS di media sosial, telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap situs-situs ini...Masyarakat global diharapkan mengutuk tindakan-tindakan melanggar hukum yang berakar pada logika rimba belantara ini dan mendukung Iran dalam menegaskan hak-haknya yang sah," tambahnya.
Lihat Juga :