Pidato Donald Trump: Serangan AS Akan Jauh Lebih Besar Lagi Jika Iran...

Minggu, 22 Juni 2025 - 10:15 WIB
loading...
Pidato Donald Trump:...
Presiden Donald Trump sampaikan pidato setelah AS serang tiga situs nuklir Iran. Dia mengancam akan menyerang Iran lebih besar lagi jika Teheran tidak berdamai. Foto/Screenshot USA Today
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump telah menyampaikan pidato di Gedung Putih pada Minggu (22/6/2025) WIB sesaat setelah mengonfirmasi serangan terhadap tiga situs nuklir Iran. Washington telah ikut campur dalam perang Iran-Israel yang dimulai lebih dari sepekan lalu.

Trump mengatakan serangan mendatang terhadap Iran akan jauh lebih besar jika tidak ada perdamaian yang disepakati.

"Tujuan kami adalah penghancuran kapasitas pengayaan nuklir Iran dan penghentian ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh negara sponsor teror nomor satu di dunia," kata Trump dalam pidatonya.

Baca Juga: Breaking News: AS Resmi Serang Iran, Bombardir 3 Situs Nuklir

"Malam ini, saya dapat melaporkan kepada dunia bahwa serangan itu merupakan keberhasilan militer yang spektakuler. Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dan sepenuhnya dihancurkan."

"Iran, pengganggu Timur Tengah, sekarang harus berdamai. Jika tidak, serangan di masa mendatang akan jauh lebih besar dan lebih mudah," imbuh Trump.

"Jika perdamaian tidak segera terwujud, kami akan menyerang target-target lain itu dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan, sebagian besar dari mereka dapat disingkirkan dalam hitungan menit," paparnya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih dan memberi selamat kepada Perdana Menteri Bibi [Benjamin] Netanyahu. Kami bekerja sebagai tim yang mungkin belum pernah ada sebelumnya, dan kami telah berupaya keras untuk menghapus ancaman mengerikan ini terhadap Israel," lanjut Trump.

"Tuhan memberkati Timur Tengah. Tuhan memberkati Israel dan Tuhan memberkati Anda, Amerika. Terima kasih banyak."

Sementara itu, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Hossein Shariatmadari, mendesak militer Iran segera menyerang armada Angkatan Laut AS di Timur Tengah sebagai respons.

Dia juga mendesak Iran menutup Selat Hormuz secepat mungkin.

"Sekarang giliran kita untuk bertindak tanpa penundaan. Sebagai langkah pertama, kita harus meluncurkan serangan rudal terhadap armada Angkatan Laut AS di Bahrain dan secara bersamaan menutup Selat Hormuz untuk kapal-kapal Amerika, Inggris, Jerman, dan Prancis," katanya, yang dikutip surat kabar Kayhan.

Serangan AS menandai bergabungnya Washington dengan pasukan Israel dalam perang mengeroyok Iran.

Israel meluncurkan perang dengan nama sandi Operasi Rising Lion sejak Jumat, 13 Juni 2025, dengan dalih mencegah Iran memperoleh bom nuklir.

Teheran, yang secara konsisten menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai, menyebut serangan itu sebagai tindakan perang dan menanggapinya dengan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak dengan nama sandi Operasi True Promise III.

Serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 430 warga Iran dan melukai lebih dari 3.500 warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Iran. Pejabat Israel telah melaporkan 25 kematian dan lebih dari 2.500 cedera.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Berita Terkini
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved