Takut Jadi Target Empuk Iran, Hampir 40 Pesawat Militer AS Menghilang dari Pangkalan Qatar
Jum'at, 20 Juni 2025 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Kedutaan itu juga mendesak personel untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump akan memutuskan dalam dua minggu ke depan apakah akan bergabung dengan Israel dalam serangan terhadap Iran.
Mark Schwartz, mantan letnan jenderal di Angkatan Darat AS dan peneliti pertahanan di Rand Corporation, mengatakan personel, pesawat, dan instalasi di Al Udeid akan sangat rentan mengingat kedekatannya dengan Iran.
Schwartz, yang bertugas di Timur Tengah, mengatakan kepada AFP, Jumat (20/6/2025), bahwa bahkan pecahan peluru dapat membuat pesawat-pesawat itu tidak mampu menjalankan misi.
"Anda ingin mengurangi risiko bagi pasukan AS, baik personel maupun peralatan," katanya.
Pesawat-pesawat yang telah meninggalkan landasan sejak awal Juni dapat dipindahkan ke hanggar atau ke pangkalan-pangkalan lain di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump akan memutuskan dalam dua minggu ke depan apakah akan bergabung dengan Israel dalam serangan terhadap Iran.
Mark Schwartz, mantan letnan jenderal di Angkatan Darat AS dan peneliti pertahanan di Rand Corporation, mengatakan personel, pesawat, dan instalasi di Al Udeid akan sangat rentan mengingat kedekatannya dengan Iran.
Schwartz, yang bertugas di Timur Tengah, mengatakan kepada AFP, Jumat (20/6/2025), bahwa bahkan pecahan peluru dapat membuat pesawat-pesawat itu tidak mampu menjalankan misi.
"Anda ingin mengurangi risiko bagi pasukan AS, baik personel maupun peralatan," katanya.
Pesawat-pesawat yang telah meninggalkan landasan sejak awal Juni dapat dipindahkan ke hanggar atau ke pangkalan-pangkalan lain di wilayah Timur Tengah.
Lihat Juga :