Iran Akan Terus Serang Israel: Situs Nuklir Zionis Bakal Hadapi Pukulan Telak!
Jum'at, 20 Juni 2025 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Presiden AS Donald Trump memuji serangan Israel terhadap Iran sebagai "luar biasa" dan mendesak Teheran untuk menyerah tanpa syarat. Dia juga memperingatkan bahwa AS dapat terlibat langsung dalam konflik tersebut jika ada target Amerika yang diserang oleh Iran.
Jumat lalu, pasukan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran, dengan mengeklaim Teheran hampir menyelesaikan pembuatan bom nuklir. Iran menepis tuduhan tersebut dan membalas dengan gelombang serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap negara Yahudi tersebut.
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi sejak itu juga membantah klaim Israel, dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti bahwa Iran telah melakukan upaya sistematis untuk memproduksi senjata nuklir.
Iran menuduh kepala IAEA Rafael Grossi memutarbalikkan fakta dalam laporan sebelumnya yang menyebabkan serangan militer Israel terhadap fasilitas nuklir Teheran, menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap mandat badan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menuduh Grossi mengeluarkan "laporan bias" yang digunakan oleh AS dan tiga negara Eropa untuk meloloskan resolusi dengan tuduhan tidak berdasar tentang ketidakpatuhan Iran.
Dalam sebuah laporan awal bulan ini, Grossi menyatakan: "Iran adalah satu-satunya negara non-senjata nuklir di dunia yang memproduksi dan mengakumulasi uranium yang diperkaya hingga 60%."
Namun, dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Selasa, bos IAEA mengatakan inspekturnya belum menemukan bukti bahwa Iran melakukan upaya sistematis untuk beralih ke senjata nuklir.
"Ini sudah terlambat, Grossi," kesal Baqaei, merujuk pada komentar Grossi kepada CNN.
Jumat lalu, pasukan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran, dengan mengeklaim Teheran hampir menyelesaikan pembuatan bom nuklir. Iran menepis tuduhan tersebut dan membalas dengan gelombang serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap negara Yahudi tersebut.
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi sejak itu juga membantah klaim Israel, dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti bahwa Iran telah melakukan upaya sistematis untuk memproduksi senjata nuklir.
Iran Sebut IAEA Telah Berkhianat
Iran menuduh kepala IAEA Rafael Grossi memutarbalikkan fakta dalam laporan sebelumnya yang menyebabkan serangan militer Israel terhadap fasilitas nuklir Teheran, menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap mandat badan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menuduh Grossi mengeluarkan "laporan bias" yang digunakan oleh AS dan tiga negara Eropa untuk meloloskan resolusi dengan tuduhan tidak berdasar tentang ketidakpatuhan Iran.
Dalam sebuah laporan awal bulan ini, Grossi menyatakan: "Iran adalah satu-satunya negara non-senjata nuklir di dunia yang memproduksi dan mengakumulasi uranium yang diperkaya hingga 60%."
Namun, dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Selasa, bos IAEA mengatakan inspekturnya belum menemukan bukti bahwa Iran melakukan upaya sistematis untuk beralih ke senjata nuklir.
"Ini sudah terlambat, Grossi," kesal Baqaei, merujuk pada komentar Grossi kepada CNN.
Lihat Juga :