Kehebatan Rudal Sejjil, Senjata Andalan Iran Bumi Hanguskan Israel
Kamis, 19 Juni 2025 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Untuk akurasi, klaim Iran menyebut memiliki CEP (Circular Error Probable) sekitar 50 meter, meskipun sebagian besar analisis menilai kisaran realnya berkisar antara 50-250 m, tergantung kondisi.
Keunggulan Operasional dan Strategis
Dengan menggunakan bahan bakar padat dan platform mobile, rudal ini bisa dipindahkan dan disembunyikan hingga saat peluncuran, mengurangi kemungkinan serangan udara atau intelijen musuh.
Tahap kedua memungkinkan jangkauan lebih jauh hingga mencapai Israel dalam waktu kurang dari tujuh menit jika diluncurkan dari dasarnya di Natanz.
Rumor tentang Sejil‑3 menyebutkan potensi jangkauan hingga 4.000 km dan struktur tiga tahap, meski belum dikonfirmasi secara independen.
Ini menunjukkan ambisi Iran untuk mencapai kemampuan semacam ICBM.
Rudal Sijjil telah digunakan Iran selama eskalasi konflik baru-baru ini dengan Israel. Sebagai contoh, dalam gelombang serangan pada 16 Juni 2025, Iran dilaporkan meluncurkan rudal jarak jauh, termasuk Sijjil, ke beberapa kota besar Israel seperti Tel Aviv, Petah Tikva, dan Haifa, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan material.
Serangan tersebut merupakan respons atas operasi udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada 13 Juni 2025, yang terbukti memukul Iran secara signifikan, menewaskan ratusan orang, namun juga memicu balasan rudal dari Teheran.
Meski sistem penghancuran rudal Israel (Iron Dome, Arrow‑4, dan lainnya) berhasil mencegat sebagian besar ancaman sirt‑level, rudal Sijjil dengan kecepatan tinggi dan manuver terminal tetap memiliki peluang menipu pertahanan udara, hanya menyebabkan pecahan yang merusak kendaraan dan infrastruktur ringan.
Serangan rudal Sijjil menunjukkan Iran tetap mempertahankan ketahanan strategis tingkat tinggi meski mengalami kerugian di pangkalan, fasilitas peluncuran, dan infrastruktur terkait rudal oleh serangan Israel yang menargetkan 30–40% stok rudal dan 40% peluncur.
Penembakan Sijjil, yang mencapai Israel berulang kali, menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak runtuh walau diserang Israel, dan hal ini memaksa Israel serta sekutunya (Amerika Serikat dan Uni Eropa) untuk terus meningkatkan kesiapan pertahanan dan mengambil langkah diplomatik agar konflik tak melebar.
Meski berteknologi tinggi, Sijjil juga dirundung beberapa keterbatasan:
Keunggulan Operasional dan Strategis
1. Peluncuran Cepat dan Mobilitas Tinggi
Dengan menggunakan bahan bakar padat dan platform mobile, rudal ini bisa dipindahkan dan disembunyikan hingga saat peluncuran, mengurangi kemungkinan serangan udara atau intelijen musuh.
2. Dua Tahap, Jangkauan Maksimum
Tahap kedua memungkinkan jangkauan lebih jauh hingga mencapai Israel dalam waktu kurang dari tujuh menit jika diluncurkan dari dasarnya di Natanz.
3. Varian Masa Depan dan Pengembangan
Rumor tentang Sejil‑3 menyebutkan potensi jangkauan hingga 4.000 km dan struktur tiga tahap, meski belum dikonfirmasi secara independen.
Ini menunjukkan ambisi Iran untuk mencapai kemampuan semacam ICBM.
4. Aplikasi Konflik Terkini: Iran–Israel
Rudal Sijjil telah digunakan Iran selama eskalasi konflik baru-baru ini dengan Israel. Sebagai contoh, dalam gelombang serangan pada 16 Juni 2025, Iran dilaporkan meluncurkan rudal jarak jauh, termasuk Sijjil, ke beberapa kota besar Israel seperti Tel Aviv, Petah Tikva, dan Haifa, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan material.
Serangan tersebut merupakan respons atas operasi udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada 13 Juni 2025, yang terbukti memukul Iran secara signifikan, menewaskan ratusan orang, namun juga memicu balasan rudal dari Teheran.
Meski sistem penghancuran rudal Israel (Iron Dome, Arrow‑4, dan lainnya) berhasil mencegat sebagian besar ancaman sirt‑level, rudal Sijjil dengan kecepatan tinggi dan manuver terminal tetap memiliki peluang menipu pertahanan udara, hanya menyebabkan pecahan yang merusak kendaraan dan infrastruktur ringan.
5. Pengaruh Strategis dan Perimbangan Kekuatan
Serangan rudal Sijjil menunjukkan Iran tetap mempertahankan ketahanan strategis tingkat tinggi meski mengalami kerugian di pangkalan, fasilitas peluncuran, dan infrastruktur terkait rudal oleh serangan Israel yang menargetkan 30–40% stok rudal dan 40% peluncur.
Penembakan Sijjil, yang mencapai Israel berulang kali, menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak runtuh walau diserang Israel, dan hal ini memaksa Israel serta sekutunya (Amerika Serikat dan Uni Eropa) untuk terus meningkatkan kesiapan pertahanan dan mengambil langkah diplomatik agar konflik tak melebar.
6. Keterbatasan dan Tantangan
Meski berteknologi tinggi, Sijjil juga dirundung beberapa keterbatasan:
Lihat Juga :