Kematian Mendadak Jenderal Xu Qiliang Soroti Isu Internal Militer China

Kamis, 19 Juni 2025 - 11:35 WIB
loading...
A A A
Pada 29 Januari 2024, Xu tampil di depan publik dalam acara pertunjukan Tahun Baru yang diselenggarakan oleh Komisi Militer Pusat untuk para pemimpin yang sudah pensiun, menunjukkan bahwa setidaknya untuk saat itu dia berhasil menghindari konsekuensi politik lebih lanjut.

Gejolak Internal Partai Komunis China


Vision Times mengutip komentator China yang berbasis di AS, Tang Jingyuan, yang mencatat bahwa Xu Qiliang adalah tokoh militer tingkat wakil ketua kedua yang meninggal dalam keadaan mencurigakan, yang pertama adalah He Dong.

Tang menekankan bahwa kematian Xu terjadi pada waktu yang sensitif secara politik di tengah pembersihan militer. Sebagai jenderal yang sudah lama pensiun dengan sedikit kekuatan politik tersisa, kecil kemungkinannya bahwa pembersihan politik secara langsung mengakhiri hidup Xu.

Sebaliknya, Tang menyimpulkan bahwa penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa Xu sangat terlibat dalam jaringan korupsi di dalam lingkaran dalam Xi.

Karena faksi anti-Xi kini menggunakan isu anti-korupsi sebagai dalih untuk membersihkan loyalis Xi, Xu menjadi korban sampingan. Jenderal Ding Liang saja disebut telah menyuap Xu sebesar 160 juta Yuan, menambah tekanan mental yang besar terhadap kondisi jantungnya yang sudah diketahui.

Tang percaya bahwa kematian Xu kemungkinan besar terkait dengan korupsi, daripada murni pembersihan politik seperti yang terjadi pada kematian Wei Fenghe.

Kematian Xu Qiliang mencerminkan gejolak yang lebih dalam dalam Partai Komunis China di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Pembersihan besar-besaran, yang bertujuan untuk mengonsolidasikan kekuasaan, telah menimbulkan ketakutan di antara para pejabat tinggi, mendestabilisasi kohesi internal.

Xu, yang dulunya adalah strategis militer terpercaya, menjadi korban manuver politik, dengan laporan yang menunjukkan tekanan psikologis luar biasa sebelum kematiannya.

Kematian ini menyoroti pola restrukturisasi kepemimpinan yang lebih luas, di mana loyalitas politik diprioritaskan daripada stabilitas, meninggalkan aparat militer China dalam kondisi ketidakpastian dan pembungkaman perbedaan pendapat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved