Iran Klaim Kuasai Penuh Langit Israel dengan Melumpuhkan Iron Dome
Rabu, 18 Juni 2025 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Asadollah Eshragh-Jahromi, duta besar Iran untuk Austria, mengatakan Republik Islam akan menghentikan tindakan hukuman jika rezim Israel mengakhiri agresinya terhadap wilayah Iran.
Dalam sebuah wawancara dengan media Austria oe24, yang diterbitkan pada hari Selasa, Eshragh-Jahromi mengatakan bahwa rezim Israel memulai serangan terhadap Iran ketika Teheran dan AS sedang melakukan negosiasi nuklir sejalan dengan pencapaian kerangka kerja yang dapat diterima yang mencakup hak dan kepentingan Iran.
Serangan rezim terhadap fasilitas nuklir Iran dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip dan peraturan dasar hukum internasional dan Piagam PBB, katanya.
Serangan Israel juga melanggar undang-undang dan resolusi Badan Tenaga Atom Internasional (I.A.E.A.) dan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam, tambahnya.
Sejumlah besar warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersalah, telah terbunuh sejak Israel menargetkan daerah permukiman, katanya.
Program nuklir Teheran sepenuhnya damai, katanya, seraya mencatat bahwa I.A.E.A sepenuhnya mengawasi kegiatan Iran.
Dia menolak klaim Israel tentang kerusakan signifikan yang ditimbulkan pada fasilitas nuklir Iran, seraya menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan terkait hal ini.
Republik Islam memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk membela diri, kata pejabat itu, seraya mencatat bahwa tanggapan Iran akan tegas dan menimbulkan penyesalan.
Iran tidak berusaha meningkatkan ketegangan, katanya, yang menyoroti sifat negara yang cinta damai. Namun, Teheran memberikan respons terhadap agresi Israel.
Republik Islam akan menghentikan tindakan hukumannya hanya jika rezim tersebut mengakhiri serangannya terhadap wilayah Iran, kata Eshragh-Jahromi.
Dalam sebuah wawancara dengan media Austria oe24, yang diterbitkan pada hari Selasa, Eshragh-Jahromi mengatakan bahwa rezim Israel memulai serangan terhadap Iran ketika Teheran dan AS sedang melakukan negosiasi nuklir sejalan dengan pencapaian kerangka kerja yang dapat diterima yang mencakup hak dan kepentingan Iran.
Serangan rezim terhadap fasilitas nuklir Iran dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip dan peraturan dasar hukum internasional dan Piagam PBB, katanya.
Serangan Israel juga melanggar undang-undang dan resolusi Badan Tenaga Atom Internasional (I.A.E.A.) dan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam, tambahnya.
Sejumlah besar warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersalah, telah terbunuh sejak Israel menargetkan daerah permukiman, katanya.
Program nuklir Teheran sepenuhnya damai, katanya, seraya mencatat bahwa I.A.E.A sepenuhnya mengawasi kegiatan Iran.
Dia menolak klaim Israel tentang kerusakan signifikan yang ditimbulkan pada fasilitas nuklir Iran, seraya menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan terkait hal ini.
Republik Islam memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk membela diri, kata pejabat itu, seraya mencatat bahwa tanggapan Iran akan tegas dan menimbulkan penyesalan.
Iran tidak berusaha meningkatkan ketegangan, katanya, yang menyoroti sifat negara yang cinta damai. Namun, Teheran memberikan respons terhadap agresi Israel.
Republik Islam akan menghentikan tindakan hukumannya hanya jika rezim tersebut mengakhiri serangannya terhadap wilayah Iran, kata Eshragh-Jahromi.
Lihat Juga :