Iron Dome Gunakan Logika Diskriminatif dalam Melindungi Israel dari Serangan Iran, Ini Analisisnya

Rabu, 18 Juni 2025 - 14:30 WIB
loading...
Iron Dome Gunakan Logika...
Iron dome gunakan logika diskriminatif. Foto/X/@War_Doctrine
A A A
TEL AVIV - Pada tanggal 15 Juni, sebuah rudal Iran menghantam kota Palestina Tamra di dalam Israel, menewaskan beberapa warga sipil. Dalam beberapa jam, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkomentar: "Rudal tidak membedakan antara orang Yahudi dan orang Arab".

Pernyataannya memicu kemarahan di antara warga Palestina di Israel, yang menunjukkan kemunafikan mengerikan dari pemerintah yang secara sistematis mengecualikan komunitas Palestina dari infrastruktur perlindungan dasar, sementara menginvestasikan miliaran dolar untuk melindungi warga Yahudi.

Iron Dome Gunakan Logika Diskriminatif dalam Melindungi Israel dari Serangan Iran, Ini Analisisnya

1. Iron Menggunakan Logika Diskriminatif

Melansir The New Arab, seluruh sistem pertahanan Israel, dari tempat perlindungan bom hingga Iron Dome, beroperasi berdasarkan logika diskriminatif yang menghargai kehidupan orang Yahudi dan merendahkan kehidupan orang Palestina.

Kota-kota Arab, terutama di Naqab (Negev), secara rutin diklasifikasikan sebagai "daerah terbuka" tempat Iron Dome diprogram untuk memungkinkan rudal jatuh, atau lebih buruk lagi, meledakkan pencegat di atas mereka, menghujani warga sipil di bawah dengan pecahan peluru.

Sementara komunitas Yahudi menikmati jaringan tempat perlindungan tetap dan bergerak yang komprehensif, daerah Palestina mengalami kekurangan parah bahkan tempat aman yang paling mendasar. Di beberapa kota, tempat perlindungan sama sekali tidak ada. Di kota-kota lain, satu tempat perlindungan, yang sering kali terletak di sekolah atau tempat penitipan anak, diharapkan dapat melayani ribuan orang.

2. Pengabaian yang Disengaja oleh Israel

Pada bulan Oktober 2024, roket Hizbullah menghantam kota Arab Majd al-Krum, menewaskan seorang pria berusia 22 tahun dan seorang wanita berusia 25 tahun. Dua puluh tujuh orang lainnya terluka. Tidak ada tempat perlindungan di daerah tersebut.

"Ini mencerminkan skala marginalisasi dan pengabaian yang disengaja yang dialami kota-kota Arab," kata Komite Darurat Arab dalam sebuah pernyataan. Kelompok tersebut menyoroti kurangnya tempat perlindungan bom, infrastruktur pelindung, dan sumber daya darurat sebagai akibat dari penolakan pemerintah selama puluhan tahun untuk mendanai komunitas Arab.

Sebuah survei oleh organisasi Palestina di Israel menemukan bahwa 87 persen tempat perlindungan umum di kota-kota Palestina berada di dalam sekolah, yang lebih sulit diakses, sementara tempat perlindungan di daerah Yahudi berada di dalam tempat parkir dan bangunan khusus di atas tanah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved