Iran Luncurkan Gelombang Baru Serangan Rudal, Target Pusat Militer Israel dan Mossad
Selasa, 17 Juni 2025 - 17:11 WIB
loading...
Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel. Foto/tasnim
A
A
A
TEHERAN - Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal ke Israel. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim serangan rudalnya di Israel mengenai pusat intelijen militer dan pusat perencanaan operasi Mossad.
Kabar itu diungkap dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Tasnim pada Selasa (17/6/2025).
Sebelumnya, laporan Israel menggambarkan dampak rudal di kota pesisir tengah Herzliya yang menargetkan lokasi sensitif, sering kali merupakan kode untuk target militer atau strategis.
Garda Revolusi Iran mengatakan gelombang rudal baru yang "lebih kuat" baru-baru ini telah diluncurkan ke Israel, menurut kantor berita resmi IRNA.
"Gelombang baru serangan ganas oleh angkatan bersenjata, terutama pasukan darat tentara, dengan senjata baru dan canggih telah dimulai dan akan meningkat dalam beberapa jam mendatang," ungkap pernyataan Kiomars Heidari, komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran.
Sementara itu, pengadilan Iran mengatakan jaksa penuntut sedang bersiap untuk mengambil "tindakan tegas" terhadap dugaan "mata-mata dan tentara bayaran" yang bekerja untuk Israel.
"Mereka yang telah diidentifikasi dalam beberapa hari terakhir sebagai pihak yang terlibat dalam spionase telah segera diajukan kasusnya, dan mereka akan dihukum atas perbuatan keji mereka dalam waktu sesingkat mungkin," ungkap juru bicara pengadilan Asghar Jahangir dalam komentar yang dimuat Kantor Berita Mehr yang bersifat semi-resmi.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, Iran telah menangkap beberapa orang yang diduga memiliki hubungan dengan badan mata-mata Israel, Mossad.
Seorang pria digantung pada hari Senin karena diduga memberikan informasi rahasia dan sensitif "kepada musuh-musuh" Iran, menurut Mizan Online.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan satu proyektil Israel mengenai satu pos pemeriksaan di kota Kashan di provinsi Isfahan bagian tengah pagi ini, menewaskan tiga orang dan melukai empat orang lainnya.
Kantor berita tersebut mengutip Akbar Salehi, wakil pejabat keamanan gubernur Isfahan.
Kantor berita Tasnim dan ISNA juga melaporkan kematian tersebut, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Seperti yang telah kami laporkan, lebih dari 220 orang tewas dalam serangan Israel terhadap Iran, termasuk 70 wanita dan anak-anak.
Baca juga: 9.900 Klaim dalam 2 Hari: Israel Rugi Rp4,5 Triliun akibat Serangan Iran
Kabar itu diungkap dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Tasnim pada Selasa (17/6/2025).
Sebelumnya, laporan Israel menggambarkan dampak rudal di kota pesisir tengah Herzliya yang menargetkan lokasi sensitif, sering kali merupakan kode untuk target militer atau strategis.
Garda Revolusi Iran mengatakan gelombang rudal baru yang "lebih kuat" baru-baru ini telah diluncurkan ke Israel, menurut kantor berita resmi IRNA.
"Gelombang baru serangan ganas oleh angkatan bersenjata, terutama pasukan darat tentara, dengan senjata baru dan canggih telah dimulai dan akan meningkat dalam beberapa jam mendatang," ungkap pernyataan Kiomars Heidari, komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran.
Sementara itu, pengadilan Iran mengatakan jaksa penuntut sedang bersiap untuk mengambil "tindakan tegas" terhadap dugaan "mata-mata dan tentara bayaran" yang bekerja untuk Israel.
"Mereka yang telah diidentifikasi dalam beberapa hari terakhir sebagai pihak yang terlibat dalam spionase telah segera diajukan kasusnya, dan mereka akan dihukum atas perbuatan keji mereka dalam waktu sesingkat mungkin," ungkap juru bicara pengadilan Asghar Jahangir dalam komentar yang dimuat Kantor Berita Mehr yang bersifat semi-resmi.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, Iran telah menangkap beberapa orang yang diduga memiliki hubungan dengan badan mata-mata Israel, Mossad.
Seorang pria digantung pada hari Senin karena diduga memberikan informasi rahasia dan sensitif "kepada musuh-musuh" Iran, menurut Mizan Online.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan satu proyektil Israel mengenai satu pos pemeriksaan di kota Kashan di provinsi Isfahan bagian tengah pagi ini, menewaskan tiga orang dan melukai empat orang lainnya.
Kantor berita tersebut mengutip Akbar Salehi, wakil pejabat keamanan gubernur Isfahan.
Kantor berita Tasnim dan ISNA juga melaporkan kematian tersebut, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Seperti yang telah kami laporkan, lebih dari 220 orang tewas dalam serangan Israel terhadap Iran, termasuk 70 wanita dan anak-anak.
Baca juga: 9.900 Klaim dalam 2 Hari: Israel Rugi Rp4,5 Triliun akibat Serangan Iran
(sya)
Lihat Juga :