Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Israel yang Keempat

Selasa, 17 Juni 2025 - 09:21 WIB
loading...
Iran Klaim Tembak Jatuh...
Iran klaim telah menembak jatuh jet tempur siluman F-35 Israel yang keempat. Namun, militer Israel menyatakan tak mengetahui adanya penembakan tersebut. Foto/Mehr News
A A A
TEHERAN - Iran mengeklaim sistem pertahanan udaranya di Tabriz berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 Israel lainnya pada hari Senin. Klaim ini menandai pesawat F-35 keempat Zionis yang jatuh di tengah konflik militer yang sedang berlangsung.

Media pemerintah Iran, Nour, mengutip pejabat yang mengonfirmasi penembakan terbaru tersebut, melaporkan bahwa kemampuan pertahanan udara Teheran tetap beroperasi penuh dan siap untuk mengusir agresi Israel lebih lanjut. Jet tempur tersebut dilaporkan menjadi sasaran selama upaya serangan udara terhadap infrastruktur militer Iran.

Sebelumnya, Angkatan Darat Iran pada 14 Juni mengumumkan bahwa pasukan pertahanan udaranya telah menembak jatuh jet tempur tiga jet tempur siluman F-35 Israel dengan dua pilotnya ditangkap.

Baca Juga: Iran Telah Tembak Jatuh 3 Jet Tempur Siluman F-35 Israel, 2 Pilot Zionis Ditangkap

Jika terkonfirmasi, ini akan menjadikan Iran sebagai negara pertama yang berhasil menembak jatuh jet tempur generasi kelima buatan Amerika Serikat tersebut.

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seperti dikutip Times of Israel, Selasa (17/6/2025), mengatakan tidak mengetahui insiden penembakan jet tempur F-35 Zionis oleh sistem pertahanan udara Iran.

Israel telah menolak klaim sebelumnya tentang penembakan tiga jet tempur F-35 Zionis oleh Iran sebagai "berita palsu".

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melancarkan serangan pedas terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menjulukinya sebagai "penjahat perang".

Araghchi menuduh Israel memanipulasi politik global, dengan mengatakan: "Selama tiga dekade terakhir, Israel telah menipu presiden Amerika Serikat agar berperang."

"Jika Presiden [Donald] Trump sungguh-sungguh dalam diplomasi dan ingin menghentikan perang ini, langkah selanjutnya akan sangat penting," kata Araqchi di X.

"Israel harus menghentikan agresinya, dan jika agresi militer terhadap kami tidak dihentikan sepenuhnya, tanggapan kami akan terus berlanjut. Hanya perlu satu panggilan telepon dari Washington untuk membungkam seseorang seperti Netanyahu. Itu mungkin membuka jalan bagi kembalinya diplomasi," katanya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik tajam motif Israel menyerang Iran, menuduh rezim Zionis melancarkan serangan dengan motif yang luas dan licik. Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut pernyataan yang dirilis oleh Kremlin, kedua pemimpin tersebut mengutuk penggunaan kekuatan oleh Israel dan memperingatkan potensi konsekuensi regional yang menghancurkan.

"Kedua belah pihak menyatakan keprihatinan yang mendalam atas eskalasi terkini dalam konflik Iran-Israel, yang telah menyebabkan banyak korban dan dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang serius bagi seluruh kawasan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Seiring meningkatnya ketegangan, kantor berita Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan imbauan evakuasi mendesak kepada penduduk Tel Aviv, yang memperingatkan akan adanya serangan skala besar yang akan segera terjadi. "Penduduk Tel Aviv harus meninggalkan kota tersebut sesegera mungkin," demikian pernyataan IRGC.

Sirene serangan udara telah berbunyi di berbagai kota Israel saat Iran menembakkan lebih banyak rudal, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik perkotaan secara langsung. Militer Israel belum mengonfirmasi skala atau kerusakan yang disebabkan oleh serangan baru ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved