Israel Kembali Habisi Jenderal Iran, Kali Ini Bos Intelijen IRGC
Senin, 16 Juni 2025 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir kita telah membuat mereka sedikit mundur," kata Netanyahu kepada jurnalis Bret Baier.
Permusuhan terbuka pecah pada Jumat pagi ketika jet Israel mengebom situs militer dan nuklir di berbagai wilayah Iran dalam apa yang Netanyahu gambarkan sebagai operasi untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Iran menanggapi dengan rentetan serangan rudal, beberapa di antaranya menghantam daerah permukiman di Tel Aviv dan Bat Yam.
Netanyahu juga mengeklaim bahwa rezim Iran telah menunjuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai ancaman terhadap program nuklirnya dan secara aktif berupaya membunuhnya.
"Mereka ingin membunuhnya. Dia musuh nomor satu," katanya.
"Dia pemimpin yang tegas. Dia tidak pernah mengambil jalan yang ditempuh orang lain untuk mencoba berunding dengan mereka dengan cara yang lemah, pada dasarnya memberi mereka jalan untuk memperkaya uranium, yang berarti jalan menuju bom, dengan memberinya miliaran dan miliaran dolar," papar Netanyahu.
"Dia menerima perjanjian palsu ini dan pada dasarnya menghancurkannya. Dia membunuh Qasem Soleimani. Dia membuatnya sangat jelas, termasuk sekarang, 'Anda tidak dapat memiliki senjata nuklir, yang berarti Anda tidak dapat memperkaya uranium'. Dia sangat tegas, jadi bagi mereka, dia musuh nomor satu," imbuh Netanyahu.
Permusuhan terbuka pecah pada Jumat pagi ketika jet Israel mengebom situs militer dan nuklir di berbagai wilayah Iran dalam apa yang Netanyahu gambarkan sebagai operasi untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Iran menanggapi dengan rentetan serangan rudal, beberapa di antaranya menghantam daerah permukiman di Tel Aviv dan Bat Yam.
Netanyahu juga mengeklaim bahwa rezim Iran telah menunjuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai ancaman terhadap program nuklirnya dan secara aktif berupaya membunuhnya.
"Mereka ingin membunuhnya. Dia musuh nomor satu," katanya.
"Dia pemimpin yang tegas. Dia tidak pernah mengambil jalan yang ditempuh orang lain untuk mencoba berunding dengan mereka dengan cara yang lemah, pada dasarnya memberi mereka jalan untuk memperkaya uranium, yang berarti jalan menuju bom, dengan memberinya miliaran dan miliaran dolar," papar Netanyahu.
"Dia menerima perjanjian palsu ini dan pada dasarnya menghancurkannya. Dia membunuh Qasem Soleimani. Dia membuatnya sangat jelas, termasuk sekarang, 'Anda tidak dapat memiliki senjata nuklir, yang berarti Anda tidak dapat memperkaya uranium'. Dia sangat tegas, jadi bagi mereka, dia musuh nomor satu," imbuh Netanyahu.
Lihat Juga :