Trump Memveto Rencana Israel Bunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei

Senin, 16 Juni 2025 - 07:57 WIB
loading...
Trump Memveto Rencana...
Presiden AS Donald Trump memveto rencana Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto/Khamenei.ir
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memveto atau menentang rencana Israel dalam beberapa hari terakhir untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Demikian diungkap dua pejabat pemerintah AS kepada Reuters.

"Apakah Iran sudah membunuh warga Amerika? Belum. Sampai mereka melakukannya, kita bahkan tidak akan membicarakan tentang mengejar pemimpin politik," kata salah satu pejabat senior pemerintah AS.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pejabat tinggi AS telah berkomunikasi secara konstan dengan pejabat Israel selama beberapa hari sejak Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran dalam upaya menghentikan program nuklirnya.

Baca Juga: Jenderal Top Iran Tewas Dibombardir Israel, Ini Respons Marah Khamenei

Mereka mengatakan Israel melapor bahwa mereka memiliki kesempatan untuk membunuh Khamenei, tetapi Trump mengabaikan rencana tersebut.

Para pejabat AS tidak mengatakan apakah Trump sendiri yang menyampaikan pesan tersebut. Namun Trump telah sering berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ketika ditanya tentang laporan Reuters, Netanyahu, dalam sebuah wawancara pada hari Minggu dengan "Special Report With Bret Baier" di Fox News Channel, mengatakan: "Ada begitu banyak laporan palsu tentang percakapan yang tidak pernah terjadi, dan saya tidak akan membahasnya."

"Tetapi saya dapat memberi tahu Anda, saya pikir kami melakukan apa yang perlu kami lakukan, kami akan melakukan apa yang perlu kami lakukan. Dan saya pikir Amerika Serikat tahu apa yang baik untuk Amerika Serikat," kata Netanyahu.

Trump telah menaruh harapan untuk dimulainya kembali perundingan AS-Iran mengenai program nuklir Teheran. Perundingan yang telah dijadwalkan pada hari Minggu di Oman dibatalkan sebagai akibat dari serangan Israel.

Trump mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat bahwa "kami tahu segalanya" tentang serangan Israel.

Sebelumnya, para pejabat Zionis mengatakan Khamenei tidak akan luput dari serangan militer Israel. Sebaliknya, Khamenei menegaskan Zionis Israel akan mendapatkan "hukuman pahit" akibat dari serangannya terhadap Iran.

Menurut Khamenei, militer Iran tidak akan menaruh belas kasihan pada Israel setelah situs-situs nuklir dan militer Teheran diserang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved