Rudal-rudal Iran Tembus Jantung Israel, Sudah 16 Warga Zionis Tewas

Senin, 16 Juni 2025 - 07:12 WIB
loading...
Rudal-rudal Iran Tembus...
Kota Haifa, pusat kilang minyak utama Israel, terbakar hebat akibat serangan rudal Iran. Sudah 16 warga Israel tewas sejak perang melawan Iran dimulai Jumat lalu. Foto/MDA
A A A
TEL AVIV - Rudal-rudal Iran berhasil menembus wilayah penting yang merupakan jantung utama negara Israel pada Minggu malam. Menurut laporan Jerusalem Post, sudah 16warga Israel tewas sejak perang dimulai hari Jumat lalu.

Selain itu, 390 orang lainnya terluka. Menurut data resmi Israel, Iran telah menembakkan lebih dari 270 rudal, 22 di antaranya berhasil menembus pertahanan udara berlapis yang canggih di negara Yahudi tersebut. Bandara internasional utama dan wilayah udara Israel tetap ditutup hingga hari ini.

Militer Israel, yang dikutip AFP, Senin (16/6/2025), mengatakan bahwa serangan rudal Iran menghantam beberapa lokasi di Israel pada Minggu malam.

Baca Juga: Israel Memohon AS Keroyok Iran, Zionis Tak Sanggup Perang Sendirian?

"Tim Pencarian dan Penyelamatan Komando Homefront telah dikirim ke beberapa lokasi yang terkena serangan di Israel, menyusul serangan terbaru dari Iran," kata militer Zionis dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, di pihak Iran korban tewas mencapai 406 orang dan 654 lainnya terluka, menurut data kelompok hak asasi manusia (HAM) Human Rights Activists yang berbasis di Washington. Namun, Pemerintah Iran belum memberikan angka korban keseluruhan.

Wilayah Timur Tengah sekarang bersiap menghadapi konflik berkepanjangan setelah pengeboman mendadak Israel terhadap situs nuklir dan militer Iran pada Jumat pekan lalu, menewaskan beberapa jenderal tinggi dan ilmuwan nuklir. Tidak ada pihak yang menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari pertempuran.

Iran mengatakan Israel menyerang dua kilang minyak, meningkatkan prospek serangan yang lebih luas terhadap industri energi Iran yang mendapat sanksi berat yang dapat memengaruhi pasar global. Teheran juga menyerang kilang minyak utama Israel di Haifa, yang bisa memicu krisis bahan bakar untuk jet-jet tempur Zionis.

Israel, satu-satunya negara bersenjata nuklir yang tidak dideklarasikan di Timur Tengah, mengatakan bahwa mereka melancarkan serangan tersebut untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Kedua negara tersebut telah menjadi musuh bebuyutan selama beberapa dekade.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan jika serangan Israel terhadap Iran berhenti, "maka respons kami juga akan berhenti."

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik Amerika Serikat karena mendukung Israel."Jika tindakan permusuhan Israel berlanjut, responsnya akan lebih tegas dan keras," katanya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Amerika tidak ada hubungannya dengan serangan Israel dan Iran dapat menghindari kerusakan lebih lanjut hanya dengan menyetujui kesepakatan nuklir baru.

Serangan Israel menargetkan Kementerian Pertahanan Iran Minggu dini hari setelah menghantam pertahanan udara, pangkalan militer, dan lokasi yang terkait dengan program nuklirnya. Pembunuhan beberapa jenderal tinggi dan ilmuwan nuklir dalam serangan yang ditargetkan menunjukkan bahwa intelijen Israel telah menyusup ke Iran pada level tertinggi.

Israel mengeklaim telah menyerang pesawat pengisian bahan bakar Iran di Mashhad di timur laut, menyebutnya sebagai serangan terjauh yang pernah dilakukan militer. Iran tidak segera mengakui adanya serangan. Video yang diperoleh dan diverifikasi oleh The Associated Press menunjukkan asap mengepul dari kota tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengatakan kepada CNN bahwa tujuan militernya bukanlah perubahan rezim di Iran."Ini adalah keputusan rakyat Iran," katanya mengacu pada nasib rezim yang berkuasa di Iran.

Iran selalu mengatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai, dan AS serta negara-negara lain menilai bahwa Iran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir sejak tahun 2003.

Namun, Iran telah memperkaya persediaan uranium yang semakin banyak hingga mendekati tingkat senjata dalam beberapa tahun terakhir dan diyakini memiliki kapasitas untuk mengembangkan banyak senjata dalam beberapa bulan jika Iran memilih untuk melakukannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved