Mengapa Yordania Selalu Membela Israel? Ini 8 Alasannya

Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:30 WIB
loading...
Mengapa Yordania Selalu...
Rudal Iran ditembak jatuh oleh militer Yordania. Foto/watanserb.com
A A A
AMMAN - Perang antara Iran dan Israel telah pecah. Iran membalas serangan Israel dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah rezim Zionis.

Namun Yordania selalu menembak drone dan rudal yang diluncurkan Iran ke arah Israel, saat rudal dan drone itu melintasi wilayah udara Yordania.

Tindakan Yordania ini dianggap banyak pihak sebagai bentuk pembelaan terhadap Israel. Meski demikian, Yordania memiliki sejumlah alasan mengapa selalu menembak drone dan rudal Iran tersebut.

Alasan Yordania Menembak Drone dan Rudal Iran


1. Menjaga Kedaulatan Udara


Yordania memiliki hak penuh atas wilayah udaranya. Ketika rudal atau drone Iran melintasi langitnya, tindakan itu dianggap sebagai pelanggaran serius atas kedaulatan nasional.

Negara mana pun yang mengizinkan wilayah udaranya dilanggar tanpa respons akan terlihat lemah secara diplomatik maupun militer.

Maka, saat Yordania menembak jatuh rudal tersebut, itu adalah sinyal tegas bahwa mereka tidak akan membiarkan tanahnya menjadi lintasan bebas bagi konflik regional.

Selain itu, tindakan ini adalah bentuk perlindungan terhadap rakyatnya. Rudal dan drone militer bisa jatuh di wilayah sipil dan menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.

Mencegatnya di udara adalah langkah preventif untuk menghindari tragedi. Pemerintah Yordania tahu jika terjadi insiden semacam itu, masyarakat akan menuntut pertanggungjawaban negara yang tidak bertindak.

Dengan menjaga wilayah udaranya tetap aman dan bersih dari konflik eksternal, Yordania menunjukkan kepada dunia bahwa meskipun negara kecil, mereka punya posisi tegas terhadap pelanggaran wilayah.

Ini penting bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tapi juga untuk reputasi diplomatiknya di Timur Tengah.

2. Melindungi Warga Sipil dan Infrastruktur


Salah satu prioritas utama pemerintah mana pun adalah keselamatan warganya. Rudal yang melintasi atau jatuh di wilayah Yordania dapat menghantam kawasan permukiman, jalan utama, bandara, atau situs penting lainnya.

Bahkan jika tidak sengaja, risiko ini cukup untuk memicu kepanikan dan kerugian besar. Maka dari itu, pemerintah Yordania mengambil tindakan preventif, yakni dengan menembak jatuh proyektil asing yang masuk tanpa izin.

Lebih jauh, Yordania juga sadar sistem pertahanan pasif seperti tempat perlindungan atau sirene tidak cukup untuk menghadapi ancaman modern dari rudal jarak jauh atau drone bersenjata.

Yang dibutuhkan adalah sistem pertahanan aktif. Oleh karena itu, dalam situasi kritis seperti ini, mencegat rudal adalah satu-satunya pilihan logis dan praktis yang tersedia untuk melindungi warga sipil.

Langkah-langkah seperti ini memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Masyarakat Yordania akan merasa negaranya tidak pasif dalam menghadapi ancaman asing.

Justru dengan tindakan ini, Yordania membuktikan mereka bisa bertindak tegas dan cepat, tanpa bergantung sepenuhnya pada kekuatan asing seperti Amerika Serikat (AS) atau Israel.

3. Menghindari Eskalasi dan Perang Skala Penuh


Jika Yordania membiarkan rudal Iran melewati atau bahkan jatuh di wilayahnya, Israel bisa saja menganggap itu sebagai pelanggaran keamanan yang parah dan membalas serangan, mungkin dengan operasi militer di dalam wilayah Yordania.

Hal ini tentu saja akan sangat berbahaya bagi Yordania, yang ingin menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara dua kekuatan besar seperti Iran dan Israel.

Maka, intercept rudal dilakukan untuk mencegah semua skenario buruk itu.

Eskalasi militer bisa terjadi sangat cepat di Timur Tengah. Satu serangan bisa memicu gelombang balasan, yang pada akhirnya menyeret negara-negara di sekitarnya ke dalam konflik yang lebih luas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Warren Buffett Setop...
Warren Buffett Setop Donasi ke Gates Foundation usai Kasus Epstein Mencuat
Rekomendasi
5 Catatan Bersejarah...
5 Catatan Bersejarah saat Argentina Kubur Mimpi Inggris di Piala Dunia 2026
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Berita Terkini
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved