Mengapa Yordania Selalu Membela Israel? Ini 8 Alasannya

Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:30 WIB
loading...
A A A
Yordania, yang berbatasan dengan Suriah, Irak, dan Palestina, memiliki posisi yang sangat strategis namun juga rentan.

Menembak jatuh rudal adalah bentuk diplomasi militer: menunjukkan mereka netral dan tidak ingin wilayahnya dijadikan panggung konflik.

Dengan demikian, tindakan Yordania bisa dilihat bukan sebagai keberpihakan, melainkan sebagai manuver cerdas untuk menjaga jarak dari konflik utama.

Yordania tidak memihak Israel maupun Iran, tetapi memihak pada prinsip stabilitas kawasan dan perdamaian internal. Dalam geopolitik, langkah seperti ini sangat dihargai.

4. Memenuhi Komitmen Perjanjian Damai 1994


Yordania menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1994, yang mencakup beberapa komitmen strategis, termasuk larangan menggunakan wilayah masing-masing untuk serangan ke negara ketiga.

Jika Yordania membiarkan rudal melewati wilayahnya menuju Israel, hal itu bisa dianggap pelanggaran atas semangat perjanjian tersebut.

Maka, intercept adalah cara Yordania menunjukkan mereka menghormati kesepakatan internasional.

Perjanjian damai ini bukan hanya simbolik. Ia memberi Yordania banyak manfaat, seperti bantuan ekonomi dari AS, kerja sama intelijen dengan Israel, dan status sebagai mediator penting dalam konflik Palestina-Israel.

Jika Yordania tidak konsisten dengan komitmen ini, maka hubungannya dengan pihak-pihak penting bisa rusak. Jadi, tindakan menembak rudal juga adalah upaya menjaga posisi politik dan diplomatik.

Namun, Yordania selalu berusaha menyeimbangkan antara menjaga perjanjian damai ini dan sensitivitas publiknya yang sangat pro-Palestina.

Jadi ketika mereka mengambil tindakan militer seperti ini, selalu disampaikan dengan narasi “melindungi wilayah dan rakyat kami sendiri,” agar tidak ditafsirkan sebagai pengkhianatan terhadap Palestina.

5. Dukungan Terhadap Struktur Pertahanan Kolektif


Yordania bukan pemain tunggal. Ia adalah bagian dari koalisi pertahanan regional tidak resmi bersama AS, Israel, Arab Saudi, dan beberapa negara Teluk.

Meskipun tidak diumumkan secara formal, kerja sama ini mencakup pertukaran data radar, latihan militer bersama, dan penggunaan sistem pertahanan seperti Patriot atau Iron Dome. Dalam konteks ini, intercept rudal menjadi bagian dari strategi pertahanan kolektif.

Bila Yordania membiarkan rudal atau drone Iran lewat begitu saja, maka ia bisa menjadi titik lemah dalam sistem ini. Negara-negara lain dalam koalisi akan merasa Yordania tidak bisa diandalkan.

Oleh karena itu, menjaga langit sendiri berarti juga membantu sistem pertahanan kawasan secara keseluruhan. Dalam dunia militer modern, pertahanan udara itu saling terkait antarnegara.

Lebih dari itu, Yordania ingin tetap dianggap relevan secara strategis di mata Amerika dan sekutu-sekutunya.

Tindakan aktif di lapangan, seperti intercept rudal, membuktikan Yordania tidak pasif, dan ini membantu mereka mendapatkan kepercayaan, bantuan, dan dukungan internasional yang terus dibutuhkan.

6. Menjaga Hubungan Strategis dengan Amerika Serikat


Amerika Serikat adalah mitra terbesar Yordania, baik dalam bidang militer, ekonomi, maupun diplomasi.

Setiap tahunnya, Yordania menerima miliaran dolar dalam bentuk bantuan militer dan ekonomi dari Washington.

Dalam situasi seperti ini, tentu ada ekspektasi tertentu dari AS bahwa Yordania berperan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Ini Isi Perjanjian Damai...
Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved