Trump Tegaskan AS akan Membela Israel jika Iran Membalas Serangan
Jum'at, 13 Juni 2025 - 16:45 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/sputnik
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat (AS) akan “mempertahankan diri dan Israel” jika Iran membalas serangan “pendahuluan” rezim Zionis. Trump menjelaskan hal itu kepada Fox News.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui panggilan telepon dengan pembawa acara Bret Baier pada Jumat pagi (13/6/2025), menurut jaringan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya mengatakan pihaknya menyerang puluhan target di seluruh Iran, termasuk instalasi militer dan fasilitas pengayaan nuklir di Natanz.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Media Iran melaporkan lima orang tewas dan 20 orang terluka di Teheran setelah serangan tersebut. Serangan itu terjadi hanya dua hari sebelum putaran keenam perundingan nuklir AS-Iran yang dijadwalkan pada hari Minggu di Oman.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia telah berbicara dengan Netanyahu beberapa kali dalam beberapa hari terakhir dan mengetahui rencana serangan tersebut sebelumnya, seraya menambahkan bahwa “tidak ada kejutan.”
Namun, ia menekankan “AS tidak terlibat secara militer” dan menyatakan harapan Iran akan kembali berunding.
“Iran tidak dapat memiliki bom nuklir dan kami berharap untuk kembali ke meja perundingan. Kita lihat saja nanti. Ada beberapa orang dalam kepemimpinan yang tidak akan kembali,” ujar Trump, yang tampaknya merujuk pada pejabat Iran yang tewas dalam serangan itu.
Media Iran mengidentifikasi para korban sebagai komandan IRGC Hossein Salami, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Gholam Ali Rashid, dan ilmuwan nuklir Mohammad Mehdi Tehranchi dan Fereydoon Abbasi.
Trump menambahkan ia memantau apakah Iran akan membalas. Angkatan Darat Iran mengatakan tidak akan menoleransi “agresi” Israel dan memperingatkan “pelajaran pahit menanti Netanyahu.”
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyatakan pada Jumat pagi bahwa, “Israel harus menerima hukuman berat.”
“CENTCOM dalam keadaan siaga tinggi, AS akan membela diri dan Israel jika Iran membalas,” ujar Trump, menurut Fox News.
Gedung Putih belum mengomentari panggilan telepon tersebut.
Baca juga: Yordania Bantu Israel: Tembak Drone dan Rudal Iran yang Menuju Negara Zionis
Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui panggilan telepon dengan pembawa acara Bret Baier pada Jumat pagi (13/6/2025), menurut jaringan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya mengatakan pihaknya menyerang puluhan target di seluruh Iran, termasuk instalasi militer dan fasilitas pengayaan nuklir di Natanz.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Media Iran melaporkan lima orang tewas dan 20 orang terluka di Teheran setelah serangan tersebut. Serangan itu terjadi hanya dua hari sebelum putaran keenam perundingan nuklir AS-Iran yang dijadwalkan pada hari Minggu di Oman.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia telah berbicara dengan Netanyahu beberapa kali dalam beberapa hari terakhir dan mengetahui rencana serangan tersebut sebelumnya, seraya menambahkan bahwa “tidak ada kejutan.”
Namun, ia menekankan “AS tidak terlibat secara militer” dan menyatakan harapan Iran akan kembali berunding.
“Iran tidak dapat memiliki bom nuklir dan kami berharap untuk kembali ke meja perundingan. Kita lihat saja nanti. Ada beberapa orang dalam kepemimpinan yang tidak akan kembali,” ujar Trump, yang tampaknya merujuk pada pejabat Iran yang tewas dalam serangan itu.
Media Iran mengidentifikasi para korban sebagai komandan IRGC Hossein Salami, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Gholam Ali Rashid, dan ilmuwan nuklir Mohammad Mehdi Tehranchi dan Fereydoon Abbasi.
Trump menambahkan ia memantau apakah Iran akan membalas. Angkatan Darat Iran mengatakan tidak akan menoleransi “agresi” Israel dan memperingatkan “pelajaran pahit menanti Netanyahu.”
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyatakan pada Jumat pagi bahwa, “Israel harus menerima hukuman berat.”
“CENTCOM dalam keadaan siaga tinggi, AS akan membela diri dan Israel jika Iran membalas,” ujar Trump, menurut Fox News.
Gedung Putih belum mengomentari panggilan telepon tersebut.
Baca juga: Yordania Bantu Israel: Tembak Drone dan Rudal Iran yang Menuju Negara Zionis
(sya)
Lihat Juga :