Perang Iran-Israel Pecah, Ini Peta Pasukan dan Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Jum'at, 13 Juni 2025 - 15:20 WIB
loading...
Perang Iran-Israel Pecah,...
Peta lokasi pasukan dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Foto/aljazeera
A A A
DOHA - Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada hari Rabu (11/6/2025) bahwa mereka sedang mempersiapkan evakuasi sebagian kedutaannya di Irak. AS juga telah mengesahkan "keberangkatan sukarela" tanggungan personel Amerika dari berbagai lokasi di Timur Tengah, termasuk Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA), karena meningkatnya kekhawatiran keamanan regional.

Pada hari Rabu malam, Presiden AS Donald Trump menjelaskan keputusan untuk merelokasi staf diambil karena wilayah tersebut "bisa menjadi tempat yang berbahaya".

Ketegangan meningkat baru-baru ini, dipicu negosiasi yang macet antara AS dan Iran mengenai program nuklirnya, yang semakin memanas oleh pernyataan berulang Israel bahwa mereka siap melancarkan serangan terhadap Iran.

Kini perang antara Israel dan Iran sudah pecah. Lantas di mana saja pasukan dan pangkalan militer AS berada?

Di Mana Pangkalan Militer AS di Timur Tengah?


AS telah mengoperasikan pangkalan militer di Timur Tengah selama beberapa dekade.

Menurut Council on Foreign Relations, AS mengoperasikan jaringan luas lokasi militer, baik permanen maupun sementara, di sedikitnya 19 lokasi di wilayah tersebut.

Delapan di antaranya merupakan pangkalan permanen yang terletak di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Berapa Jumlah Pasukan AS di Timur Tengah?


Penempatan pertama pasukan AS di Timur Tengah adalah pada bulan Juli 1958 ketika pasukan tempur dikirim ke Beirut selama Krisis Lebanon.

Pada puncaknya, terdapat hampir 15.000 Marinir dan pasukan Angkatan Darat AS di Lebanon.

Pada pertengahan tahun 2025, terdapat sekitar 40.000 hingga 50.000 pasukan AS di Timur Tengah, yang terdiri dari personel yang ditempatkan di pangkalan permanen yang besar dan lokasi terdepan yang lebih kecil di seluruh wilayah.

Negara-negara dengan pasukan AS terbanyak meliputi Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Instalasi ini berfungsi sebagai pusat penting untuk operasi udara dan laut, logistik regional, pengumpulan intelijen, dan proyeksi kekuatan.

Daftar Pangkalan Militer AS


Berikut ini adalah beberapa pangkalan penting di wilayah tersebut.

1. Pangkalan Udara Al Udeid (Qatar)

Pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, didirikan pada tahun 1996. Meliputi area seluas 24 hektar (60 are), pangkalan ini menampung hampir 100 pesawat terbang serta pesawat nirawak.

Pangkalan ini, yang menampung sekitar 10.000 tentara, berfungsi sebagai markas terdepan untuk Komando Pusat AS (CENTCOM) dan telah menjadi pusat operasi di Irak, Suriah, dan Afghanistan.

2. Aktivitas Dukungan Angkatan Laut, NSA (Bahrain)


Pangkalan angkatan laut AS saat ini berada di lokasi bekas pangkalan angkatan laut Inggris, HMS Jufair.

Pangkalan ini menampung sekitar 9.000 personel Departemen Pertahanan, termasuk staf militer dan sipil.

Sebagai markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, pangkalan ini menyediakan keamanan untuk kapal, pesawat terbang, detasemen, dan lokasi terpencil di wilayah tersebut.

3. Kamp Arifjan (Kuwait)


Kamp Arifjan adalah pangkalan utama Angkatan Darat AS yang terletak sekitar 55 km (34 mil) di tenggara Kota Kuwait.

Dibangun pada tahun 1999, pangkalan ini berfungsi sebagai pusat logistik, pasokan, dan komando utama untuk operasi militer AS di Timur Tengah, khususnya di wilayah tanggung jawab CENTCOM AS.

4. Pangkalan Udara Al-Dhafra (UEA)


Pangkalan strategis yang berfokus pada pengintaian, pengumpulan intelijen, dan dukungan operasi udara tempur.

Pangkalan ini menampung pesawat canggih seperti jet tempur siluman F-22 Raptor dan berbagai pesawat pengintai, termasuk pesawat nirawak dan AWACS.

5. Pangkalan Udara Erbil (Irak)


Digunakan oleh pasukan AS untuk operasi udara, khususnya di Irak utara dan Suriah, tempat pasukan memberi nasihat kepada pasukan Kurdi dan Irak.

Baca juga: Yordania Bantu Israel: Tembak Drone dan Rudal Iran yang Menuju Negara Zionis
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Dokter Ungkap Kebiasaan...
Dokter Ungkap Kebiasaan Pria Pakai Celana Ketat Bisa Merusak Kualitas Sperma
Berita Terkini
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved