Israel Gempur Iran, Habisi Panglima Tertinggi IRGC Jenderal Hossein Salami

Jum'at, 13 Juni 2025 - 09:25 WIB
loading...
Israel Gempur Iran,...
Israel menyerang situs-situs militer dan nuklir Iran, menewaskan panglima tertinggi IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami. Foto/IRNA
A A A
TEHERAN - Israel telah meluncurkan perang terhadap Iran dengan menyerang situs-situs militer dan nuklir negara Islam tersebut, Jumat (13/6/2025). Serangan yang melibatkan puluhan jet tempur ini menewaskan panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami.

"Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami dibunuh dalam serangan Israel di Teheran," tulis kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Media Zionis, Jerusalem Post, melaporkan serangan dengan nama sandi Operasi Rising Lion ini kemungkinan juga menewaskan Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan ilmuwan nuklir senior negara tersebut. Namun, Iran belum berkomentar atas laporan spekulatif tersebut.

Baca Juga: Breaking News-Perang Pecah, Israel Serang Iran!

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Iran bersiap untuk memproduksi puluhan ribu rudal balistik, yang dapat membunuh jutaan warga Israel bahkan tanpa senjata nuklir.

Lebih lanjut, Netanyahu menyatakan Iran mungkin hanya beberapa bulan lagi untuk benar-benar dapat membuat senjata nuklir.

"Beberapa saat lalu, Israel meluncurkan operasi Rising Lion, operasi militer yang ditargetkan untuk menangkal ancaman Iran terhadap kelangsungan hidup Israel," kata Netanyahu dalam pidato video pada hari Jumat.

"Operasi ini akan terus berlanjut selama diperlukan untuk menghilangkan ancaman ini selama beberapa dekade, para tiran Teheran telah dengan berani secara terbuka menyerukan penghancuran Israel. Mereka mendukung retorika genosida mereka dengan program untuk mengembangkan senjata nuklir," paparnya.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa alasan serangan itu adalah untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. "Senjata pemusnah massal di tangan rezim Iran merupakan ancaman eksistensial bagi Negara Israel dan dunia yang lebih luas," kata militer Zionis dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Perang Pecah, Israel Bombardir Rumah Pejabat Militer dan Politik Iran

Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir telah mengonfirmasi serangan terhadap Iran.

“Kami melancarkan serangan karena waktunya telah tiba—kami telah mencapai titik yang tidak bisa kembali. Kami tidak bisa menunggu waktu yang ‘lebih baik’ untuk bertindak. Kami tidak punya pilihan. Sejarah, baik yang jauh maupun yang baru, telah mengajarkan kepada kita bahwa ketika dihadapkan dengan aspirasi untuk menghancurkan kita, kita tidak boleh menundukkan kepala. Itulah sebabnya kita berjuang untuk mempertahankan keberadaan kita. Kebebasan adalah milik mereka yang bersedia memperjuangkannya," katanya.

“Saya mengeluarkan peringatan ini: siapa pun yang mencoba menantang kita akan membayar harga yang mahal. Kita memasuki kampanye ini bersama-sama, bersatu di sekitar satu tujuan—untuk mengamankan masa depan yang lebih aman bagi Negara Israel dan warganya. Dengan keyakinan, persatuan, dan upaya bersama, kita akan menang," paparnya.

Fars News yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melaporkan bahwa beberapa unit hunian di Shahrak-e Mahallati di Teheran timur telah menjadi sasaran serangan udara Israel. Distrik tersebut diketahui menampung para pejabat militer senior Iran dan keluarga mereka.

Televisi pemerintah Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di beberapa wilayah di Teheran.

Wilayah udara Iran telah ditutup tak lama setelah serangan udara Israel dimulai.

Bandara Imam Khomeini Teheran mengatakan telah membatalkan semua penerbangannya. Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menyebutkan wilayah udara Iran telah ditutup.

"Rumah pejabat senior militer dan politik menjadi sasaran serangan udara Israel di Teheran," kata seorang pejabat senior politik Israel kepada Iran International, yang berbicara dengan syarat anonim.

"Warga sipil bukanlah target yang dimaksud," ujarnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengumumkan keadaan darurat di seluruh Israel setelah perang pecah.

"Setelah serangan preemptive Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan segera terjadi," kata Katz.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved