Detik-detik Mengerikan saat Pesawat Air India Jatuh dan Meledak di Ahmedabad
Kamis, 12 Juni 2025 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Tangisan, jeritan, dan bau bahan bakar bercampur dengan aroma daging terbakar memenuhi udara. Beberapa mahasiswa medis yang berada di dalam asrama turut menjadi korban, terperangkap tanpa sempat menyelamatkan diri.
Situasi segera berubah menjadi kekacauan. Unit pemadam kebakaran kota Ahmedabad segera dikerahkan, diikuti tim tanggap bencana dari National Disaster Response Force (NDRF) dan personel dari Border Security Force (BSF).
Para petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap mencoba menerobos kobaran api dan kepulan asap untuk mencari korban selamat.
Namun harapan itu nyaris pupus sejak awal. Polisi menyatakan tak ada satu pun penumpang yang selamat dalam tragedi tersebut.
Sekitar 100 jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sebagian besar hangus terbakar dan sulit dikenali.
Di dalam asrama, setidaknya 30 hingga 35 korban jiwa tercatat sementara, mayoritas adalah penghuni yang tengah istirahat siang di kamar masing-masing.
Sementara itu, suasana di rumah sakit utama Ahmedabad penuh dengan kesibukan. Ambulans berlalu-lalang melalui jalur khusus yang disiapkan, dikenal sebagai "green corridor" untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Petugas medis dan relawan saling bahu membahu mengatur tempat tidur darurat, kantong jenazah, serta ruang identifikasi korban.
Rumah sakit bahkan mengimbau masyarakat umum agar tidak datang kecuali untuk kondisi kritis, karena seluruh sumber daya dialihkan untuk menangani tragedi ini.
Air India mendirikan pusat bantuan dan informasi bagi keluarga korban, menyediakan ruang khusus untuk konseling trauma dan pemrosesan data.
Dalam hitungan jam, tragedi ini menjadi perhatian dunia internasional. Kementerian Luar Negeri India menerima puluhan panggilan dari keluarga di Inggris, Kanada, Portugal, dan negara lain yang memiliki kerabat dalam penerbangan tersebut.
Pemerintah India, melalui Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), segera mengaktifkan tim investigasi bersama Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan (AAIB).
Perusahaan Boeing juga mengirimkan teknisi senior untuk bekerja sama mencari penyebab insiden. Kotak hitam pesawat (flight data recorder dan cockpit voice recorder) langsung diamankan dari reruntuhan untuk dianalisis.
Para pakar menyebut ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak pesawat itu digunakan secara komersial pada 2011, membuat industri penerbangan global tercengang.
Situasi segera berubah menjadi kekacauan. Unit pemadam kebakaran kota Ahmedabad segera dikerahkan, diikuti tim tanggap bencana dari National Disaster Response Force (NDRF) dan personel dari Border Security Force (BSF).
Para petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap mencoba menerobos kobaran api dan kepulan asap untuk mencari korban selamat.
Namun harapan itu nyaris pupus sejak awal. Polisi menyatakan tak ada satu pun penumpang yang selamat dalam tragedi tersebut.
Sekitar 100 jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sebagian besar hangus terbakar dan sulit dikenali.
Di dalam asrama, setidaknya 30 hingga 35 korban jiwa tercatat sementara, mayoritas adalah penghuni yang tengah istirahat siang di kamar masing-masing.
Sementara itu, suasana di rumah sakit utama Ahmedabad penuh dengan kesibukan. Ambulans berlalu-lalang melalui jalur khusus yang disiapkan, dikenal sebagai "green corridor" untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Petugas medis dan relawan saling bahu membahu mengatur tempat tidur darurat, kantong jenazah, serta ruang identifikasi korban.
Rumah sakit bahkan mengimbau masyarakat umum agar tidak datang kecuali untuk kondisi kritis, karena seluruh sumber daya dialihkan untuk menangani tragedi ini.
Air India mendirikan pusat bantuan dan informasi bagi keluarga korban, menyediakan ruang khusus untuk konseling trauma dan pemrosesan data.
Dalam hitungan jam, tragedi ini menjadi perhatian dunia internasional. Kementerian Luar Negeri India menerima puluhan panggilan dari keluarga di Inggris, Kanada, Portugal, dan negara lain yang memiliki kerabat dalam penerbangan tersebut.
Pemerintah India, melalui Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), segera mengaktifkan tim investigasi bersama Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan (AAIB).
Perusahaan Boeing juga mengirimkan teknisi senior untuk bekerja sama mencari penyebab insiden. Kotak hitam pesawat (flight data recorder dan cockpit voice recorder) langsung diamankan dari reruntuhan untuk dianalisis.
Para pakar menyebut ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak pesawat itu digunakan secara komersial pada 2011, membuat industri penerbangan global tercengang.
Lihat Juga :