Donald Trump Akan Berikan Rp16,2 Juta kepada Setiap Bayi AS yang Baru Lahir, Untuk Apa?

Kamis, 12 Juni 2025 - 15:41 WIB
loading...
Donald Trump Akan Berikan...
Presiden AS Donald Trump akan memberikan rekening investasi senilai USD1.000 atau Rp16,2 juta kepada setiap bayi Amerika yang baru lahir. Foto/SINDO News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberikan rekening investasi senilai USD1.000 atau Rp16,2 juta kepada setiap bayi Amerika yang baru lahir. Ini merupakan proposal baru yang berani sebagai bagian dari agenda ekonominya yang luas.

Dijuluki "Trump Accounts", inisiatif tersebut merupakan salah satu fitur utama dari rancangan undang-undang (RUU) "One Big Beautiful Bill" miliknya—sebuah paket pajak dan pengeluaran yang lebih besar yang didukung Partai Republik.

Mengutip dari Gulf News, Kamis (12/6/2025), tujuan Trump Accounts adalah untuk memulai penciptaan kekayaan sejak lahir. Berdasarkan rencana tersebut, setiap bayi yang lahir di AS antara 1 Januari 2025hingga 31 Desember 2028, akan secara otomatis menerima USD1.000 dalam rekening investasi khusus, yang didukung oleh pemerintah federal.

Baca Juga: Rusia Siap Beri Elon Musk Suaka di Tengah Perseteruan dengan Donald Trump

Uang tersebut akan diinvestasikan dalam dana indeks saham AS berbasis luas, yang memungkinkan dana tersebut tumbuh bebas pajak dari waktu ke waktu. Keluarga juga akan memiliki opsi untuk menyumbang hingga USD5.000 per tahun ke rekening tersebut.

Penarikan dana rekening itu akan diizinkan untuk tujuan tertentu seperti pendidikan tinggi, membeli rumah pertama, atau memulai bisnis.

Trump dan sekutunya berpendapat bahwa paparan awal terhadap investasi ini akan menanamkan disiplin finansial dan membantu menjembatani kesenjangan kekayaan jangka panjang.

"Kami memungkinkan setiap anak di Amerika untuk memulai hidup mereka dengan sebagian dari ekonomi Amerika," kata Trump dalam pidatonya baru-baru ini di Florida.

Para pendukung program ini berpendapat bahwa pertumbuhan majemuk dari waktu ke waktu dapat mengubah USD1.000 menjadi tabungan yang cukup besar saat dewasa. Para pendukung memperkirakan bahwa jika tidak tersentuh selama beberapa dekade, rekening tersebut dapat tumbuh menjadi puluhan atau bahkan ratusan ribu dolar tergantung pada pengembalian pasar.

Misalnya, dengan asumsi pengembalian rata-rata historis dari pasar saham, USD1.000 tersebut dapat tumbuh menjadi sekitar USD8.000–USD10.000 pada saat anak tersebut berusia 20 tahun, atau berpotensi jauh lebih banyak jika dibiarkan diinvestasikan lebih lama.

Namun, meskipun angka tersebut terlihat bagus di atas kertas, para kritikus menunjukkan bahwa tanpa kontribusi tambahan yang rutin, manfaat sebenarnya mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan biaya dunia nyata seperti biaya kuliah atau perumahan.

Salah satu elemen dari rencana Trump Accounts adalah dukungannya dari para pemimpin perusahaan. Para CEO dari perusahaan-perusahaan termasuk Dell, Goldman Sachs, dan Uber telah berbicara positif tentang inisiatif tersebut.

Dell Technologies bahkan telah berjanji untuk menyamai kontribusi pemerintah sebesar USD1.000 untuk anak-anak yang baru lahir dari para karyawannya.

Trump telah membingkai ini sebagai contoh langka dari kemitraan publik-swasta, memadukan prinsip ekonomi konservatif dengan daya tarik populis.

Proposal Trump Accounts telah disahkan Parlemen sebagai bagian dari RUU pajak Grand Old Party (GOP) atau Partai Republik yang lebih luas, tetapi menghadapi tantangan di Senat.

Beberapa anggota Partai Republik moderat telah menyuarakan kekhawatiran tentang biayanya—yang diperkirakan sekitar USD3,5 miliar per tahun—sementara anggota Partai Demokrat mengkritik tindakan tersebut karena sebagian besar bersifat simbolis dan tidak cukup untuk menyelesaikan ketidakadilan ekonomi yang lebih dalam.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Majelis Ulama Senior...
Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Para Legenda Bola Kecam...
Para Legenda Bola Kecam Penalti Belgia di Piala Dunia 2026: Senegal Dirampok Wasit
Kuota Terbatas! Strategi...
Kuota Terbatas! Strategi Manfaatkan BRI KPR Bunga Spesial 1,75% untuk Rumah Pertama Anda
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Demo Menentang Presiden...
Demo Menentang Presiden AS Donald Trump Digelar di Penjuru Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved