Kerusuhan Los Angeles, Trump Mencap Demonstran Binatang karena Bakar Bendera AS

Kamis, 12 Juni 2025 - 12:35 WIB
loading...
Kerusuhan Los Angeles,...
Presiden Donald Trump mencap para demonstran sebagai binatang karena membakar bendera Amerika Serikat selama demo rusuh di Los Angeles. Foto/Screenshot video Fox News
A A A
LOS ANGELES - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencap para demonstran sebagai "binatang" setelah mereka membakar bendera nasional Amerika selama unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan di Los Angeles. Pemimpin Amerika itu menyerukan agar massa yang membakar bendera negara dihukum penjara satu tahun.

Dalam pidatonya di Fort Bragg, North Carolina, untuk merayakan ulang tahun ke-250 Angkatan Darat AS pada hari Selasa waktu setempat, Trump mengecam tindakan para demonstran. Kecaman itu juga bersamaan dengan pengerahan Garda Nasional dan Korps Marinir lebih lanjut untuk meredakan protes.

Mengutip laporanIrish Star, Trump mencap para pengunjuk rasa sebagai "binatang". "Yang bertujuan untuk melanjutkan invasi asing ke negara kita," katanya.

Baca Juga: Warga Los Angeles: Trump Kerahkan 700 Marinir dan 2.000 Garda Nasional Justru Perburuk Keadaan

"Mereka dengan bangga membawa bendera negara lain. Namun, mereka tidak membawa bendera Amerika, mereka hanya membakarnya," katanya.

"Orang-orang yang membakar bendera Amerika harus dipenjara selama satu tahun...kami akan mencoba dan menyelesaikannya. Kami bekerja sama dengan beberapa senator Anda," papar Trump.

Trump pada hari Senin mengesahkan pengerahan 2.000 pasukan Garda Nasional tambahan ke Los Angeles, bersama dengan 700 tentara Korps Marinir. Hal itu terjadi setelah 300 pasukan awal tiba di kota itu pada hari Minggu.

Protes itu dimulai sejak Jumat pekan lalu di pusat kota Los Angeles setelah otoritas imigrasi federal menangkap lebih dari 40 orang di seluruh kota. Bentrokan pecah antara pengunjuk rasa dan pihak berwenang pada hari Sabtu. Para petugas penegak hukum melepaskan gas air mata, bahan peledak flash-bang dan bola merica, sementara para pengunjuk rasa melemparkan batu ke mobil Patroli Perbatasan.

Keputusan Trump menandai pertama kalinya dalam 60 tahun seorang presiden mengaktifkan Garda Nasional ke suatu negara bagian tanpa permintaan dari gubernurnya.

Gubernur California Gavin Newsom mengatakan dia mengajukan mosi darurat untuk memblokir pengerahan pasukan Garda Nasional oleh Trump, dengan menyebutnya "ilegal."

"Trump mengarahkan militer AS terhadap warga negara Amerika. Pengadilan harus segera memblokir tindakan ilegal ini," tulisnya di X.

Newsom menggambarkan pengerahan pasukan Garda Nasional sebagai tindakan keterlaluan yang memicu ketakutan dan teror di antara penduduk.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Presiden tidak akan mengizinkan "aturan massa" setelah protes terhadap kebijakan imigrasinya menyebar ke berbagai wilayah meskipun ada tindakan keras yang didukung militer di Los Angeles.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt juga menyerang Gubernur California Gavin Newsom dan Wali Kota Los Angeles Karen Bass, dengan mengeklaim mereka telah “menyulut api” bentrokan.

"Presiden Trump tidak akan pernah membiarkan kekuasaan massa berkuasa di Amerika," kata Leavitt dalam briefing di Gedung Putih, didukung oleh layar televisi yang memperlihatkan gambar kendaraan yang terbakar dan perusuh bertopeng.

"Tugas paling mendasar dari pemerintah adalah menjaga hukum dan ketertiban, dan pemerintahan ini mengemban tanggung jawab suci tersebut," ujarnya, seperti dikutip AFP, Kamis (12/6/2025).

Komentar Leavitt menggemakan pernyataan Trump dalam pidatonya di pangkalan militer Fort Bragg pada hari Selasa, di mana dia bersumpah untuk "membebaskan" Los Angeles dan mencap para pengunjuk rasa sebagai "binatang".

Kantong-kantong kekerasan—termasuk pembakaran taksi-taksi otonom dan pelemparan batu ke polisi—telah memicu respons besar-besaran dari pihak berwenang, yang telah menggunakan gas air mata dan senjata-senjata lain yang tidak terlalu mematikan.

“Gubernur Gavin Newsom dan Wali Kota Karen Bass secara memalukan gagal memenuhi kewajiban sumpah mereka kepada warga negara,” kata Leavitt.

"Newsom telah menyulut api dan menjelek-jelekkan petugas ICE [Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai] kita yang pemberani," ujarnya.

Trump sebelumnya menyebut para pengunjuk rasa sebagai “pemberontak bayaran”—menuduh bahwa beberapa dari mereka memiliki peralatan antihuru-hara profesional—tetapi Gedung Putih tidak mengatakan siapa yang diyakini membayar mereka.

“Ini pertanyaan bagus yang diajukan presiden, dan yang sedang kami selidiki, tentang siapa yang mendanai para pemberontak ini,” kata Leavitt ketika ditanya oleh AFP tentang komentar presiden.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved