Iran Umbar Ancaman, AS Bergegas Tarik Staf Kedutaan dari Timur Tengah
Kamis, 12 Juni 2025 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Kedua belah pihak dijadwalkan bertemu lagi dalam beberapa hari mendatang.
Trump hingga baru-baru ini menyatakan optimisme tentang pembicaraan tersebut, tetapi mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Rabu bahwa dia "kurang yakin" tentang tercapainya kesepakatan nuklir.
Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Trump telah menghidupkan kembali kampanye "tekanan maksimum"-nya terhadap Teheran, mendukung diplomasi nuklir tetapi memperingatkan tindakan militer jika gagal.
Sementara itu, Iran mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah jika konflik pecah.
"Semua pangkalannya berada dalam jangkauan kami, kami memiliki akses ke sana, dan tanpa ragu kami akan menargetkan semuanya di negara tuan rumah," kata kata Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh saat menanggapi ancaman AS akan tindakan militer jika perundingan gagal.
"Insya Allah, keadaan tidak akan mencapai titik itu, dan perundingan akan berhasil," ujarnya. "Pihak AS akan menderita lebih banyak kerugian jika terjadi konflik," imbuh dia.
Amerika Serikat memiliki beberapa pangkalan di Timur Tengah, dengan yang terbesar terletak di Qatar.
Pada bulan Januari 2020, Iran menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan di Irak yang menampung pasukan Amerika sebagai balasan atas serangan AS yang menewaskan jenderal terkenal Iran Qassem Soleimani beberapa hari sebelumnya di bandara Baghdad, Irak. Puluhan tentara AS menderita cedera otak traumatis.
Trump hingga baru-baru ini menyatakan optimisme tentang pembicaraan tersebut, tetapi mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Rabu bahwa dia "kurang yakin" tentang tercapainya kesepakatan nuklir.
Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Trump telah menghidupkan kembali kampanye "tekanan maksimum"-nya terhadap Teheran, mendukung diplomasi nuklir tetapi memperingatkan tindakan militer jika gagal.
Sementara itu, Iran mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah jika konflik pecah.
"Semua pangkalannya berada dalam jangkauan kami, kami memiliki akses ke sana, dan tanpa ragu kami akan menargetkan semuanya di negara tuan rumah," kata kata Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh saat menanggapi ancaman AS akan tindakan militer jika perundingan gagal.
"Insya Allah, keadaan tidak akan mencapai titik itu, dan perundingan akan berhasil," ujarnya. "Pihak AS akan menderita lebih banyak kerugian jika terjadi konflik," imbuh dia.
Amerika Serikat memiliki beberapa pangkalan di Timur Tengah, dengan yang terbesar terletak di Qatar.
Pada bulan Januari 2020, Iran menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan di Irak yang menampung pasukan Amerika sebagai balasan atas serangan AS yang menewaskan jenderal terkenal Iran Qassem Soleimani beberapa hari sebelumnya di bandara Baghdad, Irak. Puluhan tentara AS menderita cedera otak traumatis.
Lihat Juga :