Iran Umbar Ancaman, AS Bergegas Tarik Staf Kedutaan dari Timur Tengah

Kamis, 12 Juni 2025 - 10:10 WIB
loading...
Iran Umbar Ancaman,...
AS menarik sejumlah staf kedutaan dari negara-negara Timur Tengah setelah Iran mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah. Foto/Facebook US Embassy Baghdad
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) sedang menarik sejumlah staf kedutaan mereka dari negara-negara Timur Tengah. Langkah itu diambil setelah Iran mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer Amerika di Timur Tengah jika konflik pecah terkait kebuntuan perundingan nuklir Teheran.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa jumlah staf di Kedutaan Besar Amerika di Irak telah dikurangi karena masalah keamanan. Ada juga laporan bahwa para personel dipindahkan dari Kuwait dan Bahrain.

Presiden AS Donald Trump mengatakan personel-personel diplomatik sedang dipindahkan dari Timur Tengah, yang dia sebut berpotensi berbahaya.

Baca Juga: Iran Ancam Serang Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

"Ya, mereka dipindahkan karena tempat itu bisa jadi berbahaya," kata Trump kepada wartawan di Washington saat ditanya tentang laporan pemindahan para personel diplomatik, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (12/6/2025).

"Kami telah memberikan pemberitahuan untuk pindah dan kita lihat apa yang terjadi," lanjut Trump.

Trump juga menegaskan kembali bahwa dia tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Israel dapat menyerang fasilitas nuklir Teheran.

"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, sangat sederhana. Kami tidak akan membiarkan itu," katanya.

Teheran dan Washington telah mengadakan lima putaran perundingan sejak April untuk menyelesaikan kesepakatan nuklir baru Iran guna menggantikan kesepakatan 2015 yang ditinggalkan Trump selama masa jabatan pertamanya pada 2018.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved