Iran Umbar Ancaman, AS Bergegas Tarik Staf Kedutaan dari Timur Tengah
Kamis, 12 Juni 2025 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah meningkatnya ketegangan, Operasi Perdagangan Maritim Inggris, yang dijalankan oleh Angkatan Laut Inggris, juga menyarankan kapal-kapal untuk melintasi Teluk dengan hati-hati.
Iran dan Amerika Serikat baru-baru ini terkunci dalam kebuntuan diplomatik atas pengayaan uranium Iran, dengan Teheran membelanya sebagai hak yang "tidak dapat dinegosiasikan" dan Washington menyebutnya sebagai "garis merah."
Iran saat ini memperkaya uranium hingga 60 persen, jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam kesepakatan 2015 dan mendekati meskipun masih kurang dari 90 persen yang dibutuhkan untuk hulu ledak nuklir.
Negara-negara Barat telah lama menuduh Iran berusaha memperoleh senjata nuklir, sementara Teheran bersikeras program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.
Minggu lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pengayaan uraniuam adalah "kunci" bagi program nuklir Iran dan bahwa Washington "tidak dapat ikut campur" dalam masalah tersebut.
Selama wawancara dengan podcast "Pod Force One" milik New York Post, yang direkam pada hari Senin, Trump mengatakan bahwa dia kehilangan harapan bahwa kesepakatan nuklir Iran dapat dicapai.
"Saya tidak tahu. Saya pikir begitu, dan saya semakin tidak yakin tentang hal itu. Mereka tampaknya menunda dan saya pikir itu memalukan. Saya kurang yakin sekarang dibandingkan beberapa bulan yang lalu," katanya.
Iran mengatakan akan mengajukan usulan balasan terhadap rancangan terbaru dari Washington, yang telah dikritik karena gagal menawarkan keringanan sanksi—tuntutan utama bagi Teheran, yang telah terhuyung-huyung di bawah tekanan Amerikaselama bertahun-tahun.
Iran dan Amerika Serikat baru-baru ini terkunci dalam kebuntuan diplomatik atas pengayaan uranium Iran, dengan Teheran membelanya sebagai hak yang "tidak dapat dinegosiasikan" dan Washington menyebutnya sebagai "garis merah."
Iran saat ini memperkaya uranium hingga 60 persen, jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam kesepakatan 2015 dan mendekati meskipun masih kurang dari 90 persen yang dibutuhkan untuk hulu ledak nuklir.
Negara-negara Barat telah lama menuduh Iran berusaha memperoleh senjata nuklir, sementara Teheran bersikeras program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.
Minggu lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pengayaan uraniuam adalah "kunci" bagi program nuklir Iran dan bahwa Washington "tidak dapat ikut campur" dalam masalah tersebut.
Selama wawancara dengan podcast "Pod Force One" milik New York Post, yang direkam pada hari Senin, Trump mengatakan bahwa dia kehilangan harapan bahwa kesepakatan nuklir Iran dapat dicapai.
"Saya tidak tahu. Saya pikir begitu, dan saya semakin tidak yakin tentang hal itu. Mereka tampaknya menunda dan saya pikir itu memalukan. Saya kurang yakin sekarang dibandingkan beberapa bulan yang lalu," katanya.
Iran mengatakan akan mengajukan usulan balasan terhadap rancangan terbaru dari Washington, yang telah dikritik karena gagal menawarkan keringanan sanksi—tuntutan utama bagi Teheran, yang telah terhuyung-huyung di bawah tekanan Amerikaselama bertahun-tahun.
(mas)
Lihat Juga :