Warga Los Angeles: Trump Kerahkan 700 Marinir dan 2.000 Garda Nasional Justru Perburuk Keadaan
Kamis, 12 Juni 2025 - 07:16 WIB
loading...
A
A
A
Perkelahian yang terjadi hingga larut malam di lingkungan tersebut telah menyebabkan polisi menggunakan granat kejut dan menembakkan amunisi "yang tidak terlalu mematikan" lainnya ke arah pengunjuk rasa.
Beberapa dari mereka yang diwawancarai Reuters di Little Tokyo meminta agar namanya tidak disebutkan, dengan mengatakan bahwa mereka takut akan pembalasan—dari pemerintah federal. Banyak dari mereka sendiri adalah imigran atau memiliki anggota keluarga yang tidak lahir di AS, dan takut menjadikan diri mereka sendiri atau orang-orang yang mereka cintai sebagai sasaran ICE.
Salah satunya adalah Anthony, yang bekerja di kedai teh di lingkungan tersebut.
"Tidak diragukan lagi bahwa presiden yang mengirim ribuan Garda Nasional dan 700 Marinir tidak melakukan apa pun selain membuat para pengunjuk rasa lebih agresif," katanya. "Itu hanya menghasut para pengunjuk rasa dan memperburuk keadaan."
Samantha Lopez, seorang keturunan imigran Filipina yang bekerja di kedai es krim Korea di Little Tokyo, mengatakan bahwa dia merasa berempati terhadap para demonstran tetapi menolak segala tindakan vandalisme atau kekerasan yang mereka lakukan. Namun, dia menyalahkan penggunaan personel militer sebagai penyebab kerusuhan tersebut.
"Itu hanya penanganan yang buruk terhadap protes yang tetap damai sampai mereka dihadang oleh petugas," kata Lopez. "Itu buruk bagi bisnis, dan itu buruk bagi lingkungan ini," imbuh dia, yang dilansir Reuters, Kamis (12/6/2025).
Beberapa dari mereka yang diwawancarai Reuters di Little Tokyo meminta agar namanya tidak disebutkan, dengan mengatakan bahwa mereka takut akan pembalasan—dari pemerintah federal. Banyak dari mereka sendiri adalah imigran atau memiliki anggota keluarga yang tidak lahir di AS, dan takut menjadikan diri mereka sendiri atau orang-orang yang mereka cintai sebagai sasaran ICE.
Salah satunya adalah Anthony, yang bekerja di kedai teh di lingkungan tersebut.
"Tidak diragukan lagi bahwa presiden yang mengirim ribuan Garda Nasional dan 700 Marinir tidak melakukan apa pun selain membuat para pengunjuk rasa lebih agresif," katanya. "Itu hanya menghasut para pengunjuk rasa dan memperburuk keadaan."
Samantha Lopez, seorang keturunan imigran Filipina yang bekerja di kedai es krim Korea di Little Tokyo, mengatakan bahwa dia merasa berempati terhadap para demonstran tetapi menolak segala tindakan vandalisme atau kekerasan yang mereka lakukan. Namun, dia menyalahkan penggunaan personel militer sebagai penyebab kerusuhan tersebut.
"Itu hanya penanganan yang buruk terhadap protes yang tetap damai sampai mereka dihadang oleh petugas," kata Lopez. "Itu buruk bagi bisnis, dan itu buruk bagi lingkungan ini," imbuh dia, yang dilansir Reuters, Kamis (12/6/2025).
(mas)
Lihat Juga :