Warga Los Angeles: Trump Kerahkan 700 Marinir dan 2.000 Garda Nasional Justru Perburuk Keadaan

Kamis, 12 Juni 2025 - 07:16 WIB
loading...
Warga Los Angeles: Trump...
Para warga Los Angeles menilai tindakan Presiden Donald Trump mengerahkan 700 Marinir dan 2.000 Garda Nasional justru memperburuk kerusuhan. Foto/Los Angeles Times
A A A
LOS ANGELES - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia mengerahkan 2.000 tentara Garda Nasional dan 700 tentara Korps Marinir untuk membebaskan Los Angeles dari kekerasan para pengunjuk rasa. Namun, para warga Little Tokyo—lingkungan yang paling parah dilanda kerusuhan—mengatakan "tidak, terima kasih Presiden".

Belasan orang yang tinggal, bekerja, atau sering mengunjungi lingkungan tersebut, tempat bahasa Jepang sering terdengar diucapkan seperti bahasa Inggris di toko-toko dan restoran, mengatakan kepada Reuters bahwa penggunaan militer oleh Trump telah mengobarkan protes terhadap penggerebekan imigrasi baru-baru ini di Los Angeles.

"Presiden yang mengirim Garda Nasional dan Marinir hanya memperburuk keadaan, membuat para pengunjuk rasa menjadi gila," kata Sulieti Havili (25), warga setempat yang membantu menjalankan klub Pokemon dengan lebih dari 6.000 anggota yang rutin bermain di Little Tokyo.

Baca Juga: Kerusuhan Los Angeles Makin Liar, Presiden Trump Ingin Gubernur California Ditangkap

"Mereka tidak melakukan apa pun untuk melindungi komunitas ini," ujarnya.

Havili yang sedang memunguti sampah di Little Tokyo bersama rekan satu klub Pokemon-nya; Nolberto Aguilar (42), mengatakan bahwa jelas baginya bahwa Trump yang mengirim ribuan personel militer telah memunculkan sisi terburuk dari para pengunjuk rasa dan hanya memperburuk situasi.

Aguilar menambahkan bahwa pengerahan pasukan oleh Trump menggagalkan keinginan sebagian besar warga Los Angeles dan para pemimpin lokal, mengipasi api yang diciptakan oleh penggerebekan imigrasi oleh para agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), yang katanya menargetkan imigran yang taat hukum.

Pemerintahan Trump mengatakan penggerebekan imigrasinya menangkap para penjahat de facto karena tidak memiliki dokumen yang tepat untuk tinggal di Amerika Serikat.

Gubernur California Gavin Newsom mengatakan penggunaan personel militer untuk memerangi protes telah "memicu situasi yang mudah meledak" dan memperingatkan bahwa "demokrasi sedang diserang."

Wali Kota Los Angeles Karen Bass mengatakan bahwa penggunaan pasukan oleh Trump merupakan upaya yang disengaja untuk menciptakan "kekacauan".

Pemerintahan Trump dengan tegas menolak tuduhan tersebut dan mengatakan tindakan itu diperlukan dalam menghadapi ketidakmampuan para pemimpin lokal dan negara bagian untuk mengendalikan situasi.

Little Tokyo, lingkungan yang menawan dengan toko-toko yang menjual barang-barang Jepang dan restoran yang menyajikan beberapa sushi terbaik di kota tersebut, berbatasan dengan gedung-gedung federal tempat para pengunjuk rasa berkumpul selama lima malam berturut-turut.

Selama dua malam terakhir, ketika polisi dan pasukan Garda Nasional membubarkan pengunjuk rasa secara paksa di sore hari, para demonstran menyebar ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil di Little Tokyo, yang telah dipenuhi dengan grafiti anti-ICE dan anti-Trump.

Perkelahian yang terjadi hingga larut malam di lingkungan tersebut telah menyebabkan polisi menggunakan granat kejut dan menembakkan amunisi "yang tidak terlalu mematikan" lainnya ke arah pengunjuk rasa.

Beberapa dari mereka yang diwawancarai Reuters di Little Tokyo meminta agar namanya tidak disebutkan, dengan mengatakan bahwa mereka takut akan pembalasan—dari pemerintah federal. Banyak dari mereka sendiri adalah imigran atau memiliki anggota keluarga yang tidak lahir di AS, dan takut menjadikan diri mereka sendiri atau orang-orang yang mereka cintai sebagai sasaran ICE.

Salah satunya adalah Anthony, yang bekerja di kedai teh di lingkungan tersebut.

"Tidak diragukan lagi bahwa presiden yang mengirim ribuan Garda Nasional dan 700 Marinir tidak melakukan apa pun selain membuat para pengunjuk rasa lebih agresif," katanya. "Itu hanya menghasut para pengunjuk rasa dan memperburuk keadaan."

Samantha Lopez, seorang keturunan imigran Filipina yang bekerja di kedai es krim Korea di Little Tokyo, mengatakan bahwa dia merasa berempati terhadap para demonstran tetapi menolak segala tindakan vandalisme atau kekerasan yang mereka lakukan. Namun, dia menyalahkan penggunaan personel militer sebagai penyebab kerusuhan tersebut.

"Itu hanya penanganan yang buruk terhadap protes yang tetap damai sampai mereka dihadang oleh petugas," kata Lopez. "Itu buruk bagi bisnis, dan itu buruk bagi lingkungan ini," imbuh dia, yang dilansir Reuters, Kamis (12/6/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved