Siapa Nayib Bukele? Presiden El Salvador Keturunan Palestina Sukses Buat Negaranya 0 Kasus Pembunuhan 900 Hari
Rabu, 11 Juni 2025 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Data dari Kepolisian Nasional (PNC) juga menunjukkan dari keseluruhan 900 hari tersebut, 748 terjadi selama status darurat (“state of exception”) yang mulai diberlakukan pada Maret 2022.
Status darurat ini memberikan kekuasaan besar kepada aparat untuk menahan tersangka tanpa surat perintah, dan sejak tahun 2022 lebih dari 83.000 orang telah ditangkap, menjadikan populasi penjara El Salvador salah satu yang tertinggi di dunia.
Disertai pendirian CECOT, penjara besar yang menampung ribuan anggota geng seperti MS-13 dan Barrio-18, strategi ini bertujuan “menghilangkan” ikatan geng melalui isolasi ekstrem.
Hasilnya luar biasa. Tingkat pembunuhan turun dari 106 per 100.000 jiwa (2015) menjadi hanya 1.9 tahun 2024, menandai rekor historis dalam keamanan publik.
Perbandingan ini menunjukkan transformasi dramatic, dari negara paling mematikan di dunia menjadi yang teraman.
Namun, transformasi tersebut dibayar mahal. Organisasi HAM seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan WOLA mencatat pelanggaran seperti penahanan tanpa proses hukum, kondisi penjara yang brutal, bahkan laporan penculikan paksa dan kematian dalam tahanan.
Laporan menyebut 327 kasus dugaan penghilangan orang dan ratusan kematian terkait tindakan aparat melalui rezim darurat.
Secara politik, pendekatannya memperkokoh kekuasaan. Pada tahun 2024, Bukele memenangkan pemilihan ulang dengan 84% suara, sementara partainya mendominasi parlemen, menjadikannya figur dekat dengan kekuasaan otoriter.
Berbagai kritik menyoroti potensi penundaan demokrasi, terkonsentrasinya kekuasaan eksekutif, dan melemahnya peran lembaga kehakiman.
Status darurat ini memberikan kekuasaan besar kepada aparat untuk menahan tersangka tanpa surat perintah, dan sejak tahun 2022 lebih dari 83.000 orang telah ditangkap, menjadikan populasi penjara El Salvador salah satu yang tertinggi di dunia.
Disertai pendirian CECOT, penjara besar yang menampung ribuan anggota geng seperti MS-13 dan Barrio-18, strategi ini bertujuan “menghilangkan” ikatan geng melalui isolasi ekstrem.
Hasilnya luar biasa. Tingkat pembunuhan turun dari 106 per 100.000 jiwa (2015) menjadi hanya 1.9 tahun 2024, menandai rekor historis dalam keamanan publik.
Perbandingan ini menunjukkan transformasi dramatic, dari negara paling mematikan di dunia menjadi yang teraman.
Namun, transformasi tersebut dibayar mahal. Organisasi HAM seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan WOLA mencatat pelanggaran seperti penahanan tanpa proses hukum, kondisi penjara yang brutal, bahkan laporan penculikan paksa dan kematian dalam tahanan.
Laporan menyebut 327 kasus dugaan penghilangan orang dan ratusan kematian terkait tindakan aparat melalui rezim darurat.
Secara politik, pendekatannya memperkokoh kekuasaan. Pada tahun 2024, Bukele memenangkan pemilihan ulang dengan 84% suara, sementara partainya mendominasi parlemen, menjadikannya figur dekat dengan kekuasaan otoriter.
Berbagai kritik menyoroti potensi penundaan demokrasi, terkonsentrasinya kekuasaan eksekutif, dan melemahnya peran lembaga kehakiman.
Lihat Juga :