8 Negara Penerima Bantuan AS Terbesar, 2 Dipasok Senjata Terbanyak
Rabu, 11 Juni 2025 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu tujuan utama dari bantuan ini adalah menciptakan negara demokratis yang stabil dan mencegah tumbuhnya kembali kelompok ekstremis seperti Taliban dan Al-Qaeda.
Namun, efektivitas bantuan ini banyak dikritik karena tingginya tingkat korupsi dan kegagalan membangun institusi yang kuat.
Ketika Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, banyak pihak menilai proyek rekonstruksi tersebut sebagai kegagalan besar dalam sejarah kebijakan luar negeri AS.
Mesir juga merupakan penerima bantuan utama, dengan rata-rata sekitar USD1,3 miliar per tahun.
Sebagian besar bantuan ini bersifat militer dan merupakan bagian dari perjanjian damai antara Mesir dan Israel yang difasilitasi Amerika Serikat pada 1979.
Amerika berkepentingan menjaga stabilitas politik Mesir karena negara ini memiliki peran penting di Timur Tengah serta menguasai Terusan Suez, jalur perdagangan vital dunia.
Bantuan ini memungkinkan Mesir mempertahankan kekuatan militernya dan menjadi mitra penting AS dalam memerangi ekstremisme dan menjaga perdamaian regional.
Namun demikian, bantuan ini juga menuai kritik karena dianggap memperkuat pemerintahan otoriter yang menekan kebebasan sipil.
Yordania menerima sekitar USD1,2 miliar per tahun, menjadikannya salah satu penerima terbesar di kawasan.
Amerika Serikat melihat Yordania sebagai sekutu penting yang relatif stabil di tengah gejolak Timur Tengah.
Selain itu, Yordania telah menampung jutaan pengungsi dari Suriah, Irak, dan Palestina, sehingga bantuan ini juga bertujuan untuk membantu pengelolaan krisis kemanusiaan.
Bantuan tersebut membantu menjaga stabilitas ekonomi dan sosial Yordania serta memperkuat kapasitas militernya.
Keberlanjutan bantuan ini mencerminkan pentingnya Yordania sebagai mitra dalam strategi regional Amerika.
Pakistan juga menjadi negara penerima bantuan signifikan, terutama pasca serangan 11 September 2001.
Amerika telah menyalurkan lebih dari USD33 miliar kepada Pakistan sejak 2001, sebagian besar dalam bentuk bantuan militer untuk mendukung operasi anti-terorisme.
Amerika memandang Pakistan sebagai sekutu penting dalam memerangi kelompok ekstremis di kawasan, khususnya di wilayah perbatasan dengan Afghanistan.
Meskipun demikian, hubungan kedua negara kerap diwarnai ketegangan karena tudingan Pakistan bermain dua kaki, yakni menerima bantuan dari AS sembari memberi ruang bagi Taliban.
Namun, efektivitas bantuan ini banyak dikritik karena tingginya tingkat korupsi dan kegagalan membangun institusi yang kuat.
Ketika Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, banyak pihak menilai proyek rekonstruksi tersebut sebagai kegagalan besar dalam sejarah kebijakan luar negeri AS.
4. Mesir
Mesir juga merupakan penerima bantuan utama, dengan rata-rata sekitar USD1,3 miliar per tahun.
Sebagian besar bantuan ini bersifat militer dan merupakan bagian dari perjanjian damai antara Mesir dan Israel yang difasilitasi Amerika Serikat pada 1979.
Amerika berkepentingan menjaga stabilitas politik Mesir karena negara ini memiliki peran penting di Timur Tengah serta menguasai Terusan Suez, jalur perdagangan vital dunia.
Bantuan ini memungkinkan Mesir mempertahankan kekuatan militernya dan menjadi mitra penting AS dalam memerangi ekstremisme dan menjaga perdamaian regional.
Namun demikian, bantuan ini juga menuai kritik karena dianggap memperkuat pemerintahan otoriter yang menekan kebebasan sipil.
5. Yordania
Yordania menerima sekitar USD1,2 miliar per tahun, menjadikannya salah satu penerima terbesar di kawasan.
Amerika Serikat melihat Yordania sebagai sekutu penting yang relatif stabil di tengah gejolak Timur Tengah.
Selain itu, Yordania telah menampung jutaan pengungsi dari Suriah, Irak, dan Palestina, sehingga bantuan ini juga bertujuan untuk membantu pengelolaan krisis kemanusiaan.
Bantuan tersebut membantu menjaga stabilitas ekonomi dan sosial Yordania serta memperkuat kapasitas militernya.
Keberlanjutan bantuan ini mencerminkan pentingnya Yordania sebagai mitra dalam strategi regional Amerika.
6. Pakistan
Pakistan juga menjadi negara penerima bantuan signifikan, terutama pasca serangan 11 September 2001.
Amerika telah menyalurkan lebih dari USD33 miliar kepada Pakistan sejak 2001, sebagian besar dalam bentuk bantuan militer untuk mendukung operasi anti-terorisme.
Amerika memandang Pakistan sebagai sekutu penting dalam memerangi kelompok ekstremis di kawasan, khususnya di wilayah perbatasan dengan Afghanistan.
Meskipun demikian, hubungan kedua negara kerap diwarnai ketegangan karena tudingan Pakistan bermain dua kaki, yakni menerima bantuan dari AS sembari memberi ruang bagi Taliban.
Lihat Juga :