Los Angeles Dilanda Kerusuhan: AS Akan Kerahkan 700 Marinir, Sokong 2.000 Garda Nasional

Selasa, 10 Juni 2025 - 06:56 WIB
loading...
A A A
Para pejabat California menyebut pengerahan Garda Nasional itu sebagai reaksi berlebihan terhadap kejadian di lapangan. Newsom mengatakan pada hari Senin bahwa tindakan Trump adalah "langkah yang tidak salah lagi menuju otoritarianisme."

"Kami menggugat Donald Trump," kata Newsom di X. "Ini adalah krisis yang dibuat-buat. Dia menciptakan ketakutan dan teror untuk mengambil alih milisi negara bagian dan melanggar konstitusi AS," paparnya.

Undang-undang federal mengizinkan presiden untuk mengerahkan Garda Nasional jika negara tersebut diserbu, jika terjadi pemberontakan atau bahaya pemberontakan, atau presiden tidak mampu melaksanakan hukum Amerika Serikat dengan pasukan reguler.

Gugatan California menuduh Trump melampaui kewenangannya berdasarkan undang-undang dan meminta pengadilan untuk menyatakan tindakannya sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Kembali ke Gedung Putih pada hari Senin setelah bermalam di Camp David, Trump ditanya oleh seorang reporter apakah kepala perbatasannya, Tom Homan, harus menangkap Newsom.

Homan sebelumnya mengancam akan menangkap siapa pun yang menghalangi upaya penegakan imigrasi, termasuk gubernur.

"Saya akan melakukannya jika saya Tom. Saya pikir itu hebat," jawab Trump. "Gavin menyukai publisitasnya, tetapi saya pikir itu akan menjadi hal yang hebat."

Gedung Putih dan anggota Kongres dari Partai Republik berpendapat bahwa protes tersebut merupakan alasan lebih lanjut bagi anggota Kongres dari Partai Republik untuk meloloskan "RUU Besar yang Indah" Trump yang akan meningkatkan keamanan perbatasan dan pengeluaran militer.

RUU (rancangan undang-undang) tersebut, yang sekarang berada di Senat AS setelah melewati DPR AS, juga akan memangkas pajak, memotong tunjangan Medicaid, dan menghapus inisiatif energi hijau.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved