Los Angeles Dilanda Kerusuhan: AS Akan Kerahkan 700 Marinir, Sokong 2.000 Garda Nasional

Selasa, 10 Juni 2025 - 06:56 WIB
loading...
A A A
"Kita perlu RUU yang Besar dan Indah untuk segera disahkan!" kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt di X.

Komando Utara AS mengatakan 300 anggota Garda Nasional California telah dikerahkan ke tiga tempat di wilayah Los Angeles. Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan misi Garda adalah untuk melindungi gedung-gedung federal.

Pada hari Senin, petugas penegak hukum berdiri di persimpangan di sekitar Gedung Federal Edward R. Roybal, yang menampung fasilitas penahanan tempat banyak imigran yang ditahan dikirim setelah aksi para agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di lingkungan Los Angeles.

Beberapa pasukan Garda Nasional berdiri di pintu masuk kendaraan ke pusat penahanan. Grafiti anti-ICE menutupi dinding dan jendela gedung federal dan tim bekerja untuk menutupi slogan-slogan tersebut dengan cat.

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di dekat Balai Kota Los Angeles untuk unjuk rasa mendukung pemimpin serikat pekerja yang ditahan, David Huerta. Mereka melambaikan plakat yang menyerukan pembebasan Huerta dan meneriakkan dalam bahasa Spanyol "kita semua adalah David Huerta."

Trump telah berjanji untuk mendeportasi sejumlah besar orang yang berada di negara itu secara ilegal dan untuk menutup perbatasan AS-Meksiko, menetapkan target harian bagi badan penegakan hukum perbatasan ICE untuk menangkap sedikitnya 3.000 migran.

Bagi Partai Demokrat, yang tidak memiliki kepemimpinan sejak Trump memenangkan pemilihan presiden November lalu, protes Los Angeles telah menjadi titik kumpul, yang memungkinkan mereka untuk menemukan pijakan politik sambil menentang kebijakan pemerintah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Dituduh Spionase Iran,...
Dituduh Spionase Iran, 3 Orang Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Bahrain
Gawat! Iran Beri Sinyal...
Gawat! Iran Beri Sinyal Tutup Bab Al Mandab, Jalur Pasokan Energi Dunia
Rekomendasi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Wakaf, BWI Dorong Sertifikasi Nazir secara Masif
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved