Siapa Greta Thunberg? Aktivis Pro-Palestina yang Diculik Israel Pernah Diejek Trump dan Putin
Selasa, 10 Juni 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2022, ia menerbitkan The Climate Book, yang berisi esai dari 100 ilmuwan, penulis, dan aktivis tentang cara memerangi krisis iklim.
Ia menanggapi dengan tweet sarkastik yang disukai oleh beberapa juta orang dan dibagikan secara luas.
Ia juga diejek di Twitter oleh Presiden AS Donald Trump saat ia memenangkan penghargaan majalah Time. Ia berkata: "Greta harus mengatasi masalah Pengendalian Amarahnya... Tenang saja Greta, Tenang saja!".
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkannya sebagai "remaja yang baik, tetapi kurang informasi".
Thunberg adalah bagian dari sekelompok demonstran yang mendirikan tenda di dalam perpustakaan Universitas Stockholm, menuntut agar universitas tersebut mengakhiri hubungannya dengan universitas-universitas Israel.
"Para mahasiswa mendirikan tenda di perpustakaan, untuk mengatakan bahwa mereka sudah muak dengan keterlibatan mereka dalam genosida di Gaza," tulis Thunberg dalam sebuah unggahan Instagram yang menampilkan video dirinya dan para demonstran lainnya yang disingkirkan oleh polisi.
Ia juga mengecam tindakan polisi, dengan mengatakan: "Kami tidak akan menerima tindakan represif dari polisi Swedia terhadap para mahasiswa yang secara damai memprotes genosida."
Thunberg, seorang aktivis yang terkenal karena kampanyenya tentang perubahan iklim, ditangkap di Kopenhagen minggu lalu selama demonstrasi pro-Palestina.
3. Pernah Diejek Putin hingga Trump
Pada awal tahun 2023, tokoh media kontroversial Andrew Tate memancing Thunberg di X, yang sebelumnya bernama Twitter, dengan mencantumkan 33 mobilnya dan menawarkan untuk mengirimkan detail "emisi besar" mereka.Ia menanggapi dengan tweet sarkastik yang disukai oleh beberapa juta orang dan dibagikan secara luas.
Ia juga diejek di Twitter oleh Presiden AS Donald Trump saat ia memenangkan penghargaan majalah Time. Ia berkata: "Greta harus mengatasi masalah Pengendalian Amarahnya... Tenang saja Greta, Tenang saja!".
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkannya sebagai "remaja yang baik, tetapi kurang informasi".
4. Mendukung Palestina
Melansir Politico, aktivis iklim Swedia Greta Thunberg telah berhadapan dengan polisi selama protes pro-Palestina di Stockholm pada tahun lalu.Thunberg adalah bagian dari sekelompok demonstran yang mendirikan tenda di dalam perpustakaan Universitas Stockholm, menuntut agar universitas tersebut mengakhiri hubungannya dengan universitas-universitas Israel.
"Para mahasiswa mendirikan tenda di perpustakaan, untuk mengatakan bahwa mereka sudah muak dengan keterlibatan mereka dalam genosida di Gaza," tulis Thunberg dalam sebuah unggahan Instagram yang menampilkan video dirinya dan para demonstran lainnya yang disingkirkan oleh polisi.
Ia juga mengecam tindakan polisi, dengan mengatakan: "Kami tidak akan menerima tindakan represif dari polisi Swedia terhadap para mahasiswa yang secara damai memprotes genosida."
Thunberg, seorang aktivis yang terkenal karena kampanyenya tentang perubahan iklim, ditangkap di Kopenhagen minggu lalu selama demonstrasi pro-Palestina.
(ahm)
Lihat Juga :