AS Yakin Balas Dendam Putin pada Ukraina Belum Berakhir

Minggu, 08 Juni 2025 - 11:34 WIB
loading...
A A A
Seorang sumber diplomatik Barat mengatakan bahwa meskipun respons Rusia mungkin telah dimulai, kemungkinan akan meningkat dengan serangan terhadap target simbolis Ukraina seperti gedung-gedung pemerintah, dalam upaya untuk mengirim pesan yang jelas ke Kyiv.

Diplomat Barat senior lainnya mengantisipasi serangan lebih lanjut yang menghancurkan oleh Moskow. "Serangan itu akan sangat besar, ganas, dan tak kenal ampun," kata diplomat tersebut. "Namun, orang Ukraina adalah orang-orang pemberani."

Kedutaan Besar Rusia dan Ukraina di Washington serta pihak Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Michael Kofman, seorang pakar Rusia di Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan bahwa dia memperkirakan Moskow akan berusaha menghukum badan keamanan dalam negeri Ukraina, SBU, atas perannya dalam serangan akhir pekan lalu.

Untuk mengirim pesan, kata dia, Rusia dapat menggunakan rudal balistik jarak menengah untuk serangan tersebut.

"Kemungkinan besar, mereka akan mencoba membalas terhadap markas besar (SBU), atau gedung administrasi intelijen regional lainnya," kata Kofman, seraya menambahkan bahwa Rusia juga dapat menargetkan pusat-pusat manufaktur pertahanan Ukraina.

Namun, Kofman menduga opsi Rusia untuk melakukan pembalasan mungkin terbatas karena telah mengerahkan banyak kekuatan militernya ke Ukraina.

"Secara umum, kemampuan Rusia untuk meningkatkan serangan secara substansial dari apa yang sudah mereka lakukan—dan berupaya untuk melakukannya selama bulan lalu—cukup terbatas," katanya, seperti dikutip Reuters, Minggu (8/6/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved