AS Yakin Balas Dendam Putin pada Ukraina Belum Berakhir

Minggu, 08 Juni 2025 - 11:34 WIB
loading...
AS Yakin Balas Dendam...
Para pejabat AS yakin pembalasan Presiden Rusia Vladimir atas gelombang serangan drone Ukraina pekan lalu belum berakhir. Foto/East2West News
A A A
KYIV - Amerika Serikat (AS) yakin bahwa serangan balasan Rusia atas gelombang serangan drone Ukraina terhadap pesawat pengebom nuklir Moskow belum berakhir. Para pejabat Washington mengatakan balas dendam Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan akan menjadi serangan yang signifikan dan bercabang.

Waktu respons penuh Rusia tidak jelas, dengan satu sumber Washington mengatakan hal itu kemungkinan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Seorang pejabat AS kedua mengatakan pembalasan Rusia kemungkinan akan mencakup berbagai jenis kemampuan udara, termasuk rudal dan pesawat nirawak atau drone.

Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Drone dan Rudal Moskow Bombardir Ukraina

Para pejabat AS berbicara dengan syarat anonim. Mereka tidak merinci target yang diharapkan Rusia atau menguraikan masalah intelijen.

Pejabat pertama mengatakan serangan Moskow akan asimetris, yang berarti bahwa pendekatan dan penargetannya tidak akan mencerminkan gelombang serangan drone Ukraina pada hari Minggu lalu terhadap lima pangkalan udara Rusia—yang diklaim Kyiv menghantam 41 pesawat, termasuk pesawat pengebom nuklir.

Rusia telah meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang intens ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada hari Jumat lalu dan Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan terhadap target militer dan terkait militer itu sebagai respons atas apa yang disebutnya "tindakan teroris" Ukraina terhadap Rusia.

Namun para pejabat AS yakin respons penuh Rusia belum akan berakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Sultan Brunei Rombak...
Sultan Brunei Rombak Kabinet, Angkat Putranya Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
Rekomendasi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved