Trump: Zelensky Beri Putin Alasan Mengebom Habis-habisan Ukraina

Sabtu, 07 Juni 2025 - 11:07 WIB
loading...
Trump: Zelensky Beri...
Serangan rudal Rusia menghancurkan fasilitas militer Ukraina. Foto/RT
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan serangan drone Ukraina baru-baru ini terhadap lapangan udara Rusia yang menampung pesawat pengebom berkemampuan nuklir jarak jauh telah meningkatkan risiko eskalasi secara tajam dan memberi Moskow alasan yang sah untuk membalas dengan kekuatan. Pernyataan Trump itu muncul pada hari Jumat (6/6/2025).

Selain meluncurkan serangan pesawat nirawak terkoordinasi terhadap beberapa pangkalan udara Rusia, Ukraina juga meledakkan jembatan kereta api di Rusia pekan lalu, yang menyebabkan kereta api sipil dan kereta barang tergelincir, menewaskan tujuh orang, dan melukai lebih dari 120 orang lainnya, termasuk anak-anak.

Presiden Vladimir Putin membahas serangan tersebut melalui panggilan telepon dengan Trump pada hari Rabu, memperingatkan tanggapan Moskow tidak dapat dihindari dan dapat dibenarkan.

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa dia "tidak menyukai" eskalasi tersebut ketika ditanya apakah serangan Kiev terhadap komponen utama triad nuklir Rusia mengubah pandangannya tentang "apa yang dipertaruhkan" dan "kartu" apa yang dimiliki Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Yah, mereka memberi Putin alasan untuk masuk dan mengebom mereka habis-habisan tadi malam," ujar Trump.

Dia menambahkan, "Itulah yang tidak saya sukai. Ketika saya melihatnya, saya berkata: 'Ini dia... sekarang ini akan menjadi serangan.'"

Menanggapi serangan baru-baru ini oleh Kiev, militer Rusia melakukan serangan skala besar terhadap lokasi industri pertahanan Ukraina pada Jumat pagi, menggunakan rudal berbasis udara, laut, dan darat serta kendaraan udara tak berawak (UAV), menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

“Sasaran serangan semalam termasuk biro desain, perusahaan yang terlibat dalam produksi dan perbaikan senjata dan peralatan militer Ukraina, bengkel untuk perakitan pesawat nirawak serang, pusat pelatihan penerbangan, serta gudang senjata dan peralatan militer," ungkap pernyataan itu.

Putin menggambarkan insiden sabotase kereta api yang mematikan itu sebagai "tidak diragukan lagi tindakan teroris" yang dilakukan "rezim tidak sah di Kiev," yang "secara bertahap berubah menjadi organisasi teroris."

Moskow menuduh Kiev meningkatkan serangannya dalam upaya merusak perundingan perdamaian yang didukung AS.

Rusia juga mengklaim Trump menerima informasi yang "disaring" tentang konflik Ukraina dari orang-orang yang mendorong Washington mendukung Kiev.

Baca juga: Abu Ubaidah Puji Operasi Elite Al-Qassam, 4 Tentara Israel Tewas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved